oleh

GMIT Perbolehkan Gereja Dibuka, Jemaat di Zona Merah Menyesuaikan

Sabun Herbal Cyrus

Kupang, RNC – Menyusul adanya kebijakan Pemerintah Provinsi NTT memberlakukan new normal pada 15 Juni, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) pun mulai membuka kembali ibadah di gereja mulai Minggu, 14 Juni nanti.

Walau begitu, dalam imbauan Majelis Sinode jemaat-jemaat di zona merah seperti Kota Kupang, Flores, Kota SoE, Rote, Sumbawa, Batam dan Surabaya menyesuaikan dengan kondisi setempat. “Kami minta untuk menimbang dengan sungguh-sungguh apakah kebaktian sudah dapat dilaksanakan di gedung gereja,” demikian tulis majelis sinode dalam imbauannya tersebut.

Disebutkan, jika situasi tidak memungkinkan, maka kebaktian tetap dilakukan di rumah-rumah jemaat dengan pendampingan majelis jemaat jika diperlukan. Alternatif lain adalah majelis jemaat mengatur ibadah di luar gedung, termasuk di halaman gedung gereja dan rayon-rayon.

Sementara itu, jemaat-jemaat yang tidak berada di zona merah sudah bisa melaksanakan ibadah di gedung gereja dengan mengikuti protokol kesehatan. Majelis sinode meminta setiap gereja untuk menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun dengan air mengalir. Anggota jemaat juga membawa hand sanitizer dari rumah masing-masing. Gedung gereja juga harus disemprot disinfektan sehari sebelum ibadah dilakukan.

Bagi jemaat yang memiliki jumlah anggota yang besar dapat melakukan beberapa kali kebaktian agar jumlah jemaat yang berbakti dapat duduk berjarak. Jarak duduk antar anggota jemaat 1,5 meter.

Selain itu, durasi kebaktian dipersingkat sebab akan ada beberapa kali kebaktian dan perlu waktu untuk cuci tangan sebelum dimulai. Kemudian pujian oleh paduan suara dan vokal grup dalam kebaktian ditunda karena akan sulit berlatih vokal dengan menggunakan masker.

Dalam imbauan yang ditandatangani Ketua Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon dan Sekretaris, Pdt. Yusuf Nakmofa tersebut, disebutkan majelis jemaat dan anggota jemaat wajib memakai masker selama kebaktian berlangsung, termasuk ketika bernyanyi. Ucapan salam disampaikan dalam bentuk menaruh tangan di dada masing-masing atau menelungkupkan kedua tangan di depan dada sambil membungkukkan badan. Bersalaman tangan dan cium pipi atau cium hidung belum dibolehkan. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed