oleh

Hotel dan Restoran Topang Ekonomi Kota Kupang

Kupang, RNC – Dinas Pariwisata Kota Kupang melakukan Sosialisasi Standardisasi Keamanan Pelaksanaan Protokol Covid-19 yang akan diterapkan pada hotel dan restoran di Kota Kupang. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston, Senin (21/12).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R.Riwu Kore, MM, MH membuka secara langsung kegiatan tersebut. Turut hadir sebagai pemateri Dr. Herbi Saragi, SE, MM, dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Panitia pelaksana kegiatan sosialisasi tersebut dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman terkait stantar penerapan protokol Covid-19 di Hotel dan Restoran sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi tamu yang akan dan sedang berada di Kota Kupang.

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 3 hari, yakni pada 21-23 Desember 2020, peserta kegiatan sosialisasi tersebut difokuskan pada pemilik/penanggungjawab hotel sebanyak 65 orang dan restoran sebanyak 38 orang yang akan dibagi dalam tiga gelombang peserta.

BACA JUGA: Angka Covid-19 Melonjak Lagi, Pemkot Kupang Keluarkan Panduan Perayaan Natal

Dalam sosialisasi ini, Dinas Pariwisata Kota Kupang menghadirkan 5 pemateri, diantaranya, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, Sub Koordinator Kelembagaan Regional III A Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Herbi Saragi, SE, MM, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, Ketua PHRI Kota Kupang, Leonardus Arkiang.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Kupang adalah salah satu daerah yang paling banyak terdampak covid-19, oleh sebab itu dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk menaati protokol kesehatan, melihat kondisi ini, maka penting sekali terobosan yang dilakukan Kementerian Pariwisata untuk melakukan sosialisasi standardisasi keamanan protokol covid-19.

Mantan anggota DPR RI 2 periode ini mengatakan bahwa Kota Kupang sebagai daerah terjangkit covid-19 berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat. Hal ini juga sangat dirasakan oleh karyawan yang di-PHK dari tempatnya bekerja atau yang hanya dipotong gajinya sebagian.

Hal ini, menurutnya, menimpa semua pekerja/karyawan di Kota Kupang. Namun perlu disampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang berjuang sungguh-sungguh meningkatkan ekonomi masyarakat yang terdampak covid-19. “Tidak mudah memang karena keterbatasan anggaran, PAD yang sangat terbatas, tapi kita masih bisa menghasilkan PAD, ini karena peran para pemilik Hotel dan Restoran terhadap pembangunan Kota Kupang untuk menunjang PAD,” ujar sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan kontribusi luar biasa ini terbukti di tengah pandemi covid-19, PAD Kota Kupang bisa mencapai 60%, sehingga saat ada kontribusi dari pemerintah pusat untuk Kota Kupang sebagai salah satu penerima dana hibah sektor pariwisata sebesar Rp 4.793.060.000 yang diperuntukkan untuk pemulihan ekonomi jasa usaha hotel dan restoran. Berdasarkan pendataan yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kota Kupang, dari 78 hotel yang diusul, terdapat 65 hotel yang memenuhi persyaratan, dan dari 78 restoran yang diusulkan, yang memenuhi persyaratan sebanyak 38 restoran.

Sesuai amanat juknis, maka perlu dilaksanakan sosialisasi standardisasi pelaksanaan keamanan protokol kesehatan covid-19 bagi pemilik/penanggungjawab hotel dan restoran tersebut, berkenaan dengan hal ini maka Pemerintah Kota Kupang menyalurkan kembali dana tersebut kepada Hotel dan Restoran sesuai dengan kontribusi yang diberikan kepada Pemerintah Kota Kupang. “Apapun yang diberikan hari ini semoga tidak menimbulkan kekecewaan diantara bapak/ibu pemilik hotel dan restoran, harapan kecil kami semoga ini cukup membantu bapak/ibu untuk peningkatan ekonomi, supaya kita bisa bergerak maju,” tutur Jeriko.

“Kita berbangga bahwa Provinsi NTT hari ini dalam kwartal ke-3 tahun 2020 ini, ekonominya luar biasa bergerak. Saat ini berada pada posisi 3,6. Hal ini sesuatu yang luar biasa dibandingkan dengan semester II tahun ini yang minus 1,93. Posisi perekonomian kita yang bergerak maju karena kerja kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha dalam mengatur dan menunjang fasilitas bagi tamu yang datang di Kota Kupang. Ini sangat membantu meningkatkan ekonomi kita. Kita menyadari bahwa begitu banyak tamu yang datang dan menunjang ekonomi masyarakat Kota Kupang. Bapak/ibu adalah orang-orang terdepan dalam membantu kami. PAD kita selain dari PBB, kontribusinya dari pajak hotel dan restoran yang bapak/ibu setor,” tutur Jeriko.

Jeriko juga menyatakan dirinya siap membuka diri dengan semua stakeholder untuk memikirkan dan bekerja bersama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kota Kupang. “Jika ekonomi sudah pulih, bapak/ibu pemilik hotel dan restoran bisa mengajak kembali karyawan yang sempat di-PHK. Ini merupakan harapan dari Pemerintah Kota Kupang,” lanjut Wali Kota Jeriko.

BACA JUGA: Siang Ini Toko dan Mall di Kupang Mulai Ditutup, Ini Edaran Pemkot

Ia juga menyampaikan perannya sebagai anggota Apeksi cukup membantu karena dapat meminta bantuan langsung kepada Presiden RI untuk menata Kota Kupang, terbukti menurutnya permintaannya beberapa kali direspon secara baik oleh Presiden Jokowi, sehingga berbagai terobosan pembangunan sudah mulai nampak di Kota Kupang.

Dirinya juga mengatakan Pemerintah Kota Kupang tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak ada kontribusi dari semua pihak. Pemerintah Kota Kupang tidak berbangga dengan pembangunan yang ada, jika geliat ekonomi tidak tumbuh. Tantangan pemerintah hari ini adalah menghidupkan kembali dunia usaha. Ia berharap agar ada revolusi pajak yang harus dikerjakan bersama, sehingga dunia usaha bisa hidup dan bekerja dengan baik dengan melakukan penataan-penataan sistem yang lebih baik lagi.

Jeriko kembali berharap agar kerja sama dan diskusi seperti ini terus terjalin, semoga PHRI menjadi garda terdepan membangun diskusi dengan Pemerintah Kota Kupang, karena pemerintah bukan malaikat yang mengetahui semua persoalan. “Bapak, ibu yang paling tahu kondisi lapangan, maka itu perlu waktu untuk kita diskusi,” tutup Jeriko. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed