oleh

Fransiscus Go : Ale Rasa, Beta Rasa

(Seri Membangun Ekonomi dari Timur Indonesia)

oleh : Robert Kadang

Membangun Nusa Tenggara Timur tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, tapi butuh kerja sama dan keterlibatan pihak swasta. Apalagi, struktur ekonomi NTT masih didominasi lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Pemerintah pastinya fokus pada kebijakan, regulasi dan pembangunan yang vital bagi masyarakat, serta untuk perputaran ekonomi yang dibutuhkan swasta. “Kemajuan suatu daerah dalam membuka lapangan kerja, butuh keterlibatan swasta. Untuk itu, mencari ide maupun gagasan, tidak bisa dilakukan satu orang. Membangun NTT bisa dimulai dari diri kita sendiri,” ujar Ir. Fransiscus Go, SH, di hadapan puluhan jurnalis, ketika berkunjung ke Kota Kupang, beberapa waktu lalu.

Sebagai pengusaha yang sukses menggeluti bisnisnya di Jakarta, putra NTT ini lalu berbagi tips kepada anak-anak muda NTT yang ingin terjun sebagai wirausaha pemula. Walaupun, kata CEO GMT Institute itu, kesuksesan di usia muda sebagai entrepreneur, wirausaha atau pebisnis, bukanlah perkara yang mudah. “Hanya sebagian kecil kawula muda yang mampu mewujudkannya. Faktor keberuntungan memiliki peran penting, namun lebih dari itu dibutuhkan keuletan, kerja keras, dan inovasi yang menjadi penyokong utamanya. Setidaknya, untuk bisa sukses, seorang wirausahawan sebisa mungkin dapat membuat sesuatu yang revolusioner dan inovatif,” tandas Fransiscus Go kepada RakyatNTT.com.

“Merajut perjalanan sebagai wirausaha muda, bukanlah langkah yang mudah. Di situlah letak pesona dan tantangannya untuk terus maju. Anak muda dituntut untuk berani keluar dari zona nyaman, membangun jaringan yang luas, dan mengasah kemampuan ketika yang lain mungkin santai berleha-leha. Dengan terus semangat, kita menabung visi di tengah hingar-bingar dunia, menuju masa depan gemilang. Sebab, ketika berani bermimpi, kita telah memulai langkah pertama menuju pencapaian yang luar biasa. Dan, beta telah membuktikannya,” ujar alumni Universitas Atma Jaya Jakarta itu.

Baca Juga:  Hardiknas, Frans Go : Merdeka Belajar, Merdeka Menggapai Kesejahteraan Indonesia

Menurutnya, berani bermimpi dan mau keluar dari zona nyaman, merupakan langkah awal menentukan kesuksesan seseorang. Karenanya, tidaklah berlebihan jika Fransiscus Go mengajak para pengusaha muda untuk tidak cepat menyerah dan patah arang. “Untuk menuju tangga sukses, kita harus melawati beberapa anak tangga. Kesuksesan seseorang terletak pada keberanian dia bangun lagi, setelah jatuh berkali-kali. Memang tidak mudah, tapi di situlah letak pesona dan tantangannya untuk terus maju,” sebut Fransiscus Go.

Direktur Yayasan Felix Maria Go itu mengatakan, mencapai kesuksesan di usia muda, menjadi salah satu impian banyak orang. Walaupun ini bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. “Anak muda harus memiliki ketekunan dan mau kerja keras menuju tangga sukses. Karena berada pada posisi teratas, proses menuju tangga sukses selanjutnya semakin terbuka lebar. Kalian mungkin akan mengalami berbagai tantangan, tapi bila itu bisa dilalui, maka kalian berhasil mewujudkan impian mu. Kita harus positive thinking dan yakin, Nusa Tenggara Timur akan lebih baik dari waktu ke waktu,” katanya memberi semangat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *