oleh

Kisah Ibu Maria, Guru dari TTU, Rutin Kunjungi Muridnya Selama Masa Pandemi

Sabun Herbal Cyrus

Jakarta, RNC – Beberapa waktu lalu Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim telah membacakan 5 surat paling inspiratif dari 6.689 surat yang masuk dari penjuru tanah air dalam Lomba Menulis Surat untuk Mendikbud dengan tema “Hikmah Ramadan di Masa Pandemi, Surat untuk Mas Menteri Nadiem Makarim” yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama periode 11-17 Mei 2020.

Dilansir daro Okezone, Maria Yosephina Moruk, adalah seorang guru penggerak dari SDK Kaenbaun, Kabupaten TTU, NTT. Surat inspiratif yang ditulis olehnya terpilih dibacakan Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim.

Dalam kesempataan video call bersama Mendikbud Nadiem Makarim, Maria mengungkapkan bahwa ia mengajar di sekolah pedalaman jauh dari perkotaan, dimana fasilitas jaringan internetnya tidak stabil dan tidak semua murid memiliki handphone sehingga memiliki kendala dalam proses belajar online.

“Sejak wabah Covid-19, saya kesulitan melakukan pembelajaran online kepada murid saya, karena sebagian besar anak tidak memiliki handphone dan di pedalaman daerah jaringannya memang susah, anak-anak suka mencari jaringan internet sampai ke tempat yang tinggi seperti ke gunung tetapi saya tidak patah semangat,” kata Maria.

Hal inilah yang membuat Ibu Maria berinisiatif melawan rintangan. Ibu Maria berusaha membuat jadwal kunjungan anak-anak dari rumah ke rumah untuk memastikan setiap anak didiknya tetap mendapat pembelajaran.

“Jadi saat saya berkunjung ke sana, anak-anak sudah dengan orang tua ke kebun, tapi saya berusaha membuat jadwal kunjangan. Setiap hari saya mengunjungi lima rumah. Anak-anak saya beri tugas. Mereka tetap bersemangat menjalankan tugas,” tambah Maria.

Banyak rintangan yang dilalui Ibu Maria saat melakukan kunjungan ke rumah murid-muridnya untuk memberikan pembelajaran.

“Saya merasa senang bisa bertemu dengan murid-murid saya, namun di satu sisi terkadang saat mengunjungi rumah mereka, kalo hujan saya kesulitan di jalan kalo banjir tertahan, dan harus menyeberangi ke sungai, tetapi saya tetap semangat untuk memberi pembelajaran kepada mereka,” pungkas ibu Maria.

Bagi Ibu Maria, kunjungan ke rumah ini tak hanya untuk memberikan pembelajaran sekolah untuk murid-muridnya, tetapi juga mengingatkan mereka agar selalu menjaga kebersihan, terutama mencuci tangan dan menggunakan masker jika keluar rumah. Ibu Maria pun mendoakan Menteri Nadiem Makarim agar selalu diberkahi setiap tugas dan pelayanannya untuk memajukan pendidikan di Indonesia. (yao/okz/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed