oleh

Membuat Biopori sebagai Solusi Mengatasi Banjir dan Pelestarian Air Tanah

Iklan Demokrat

Oleh Denciana Simao
Mahasiswa Semester VI-Program Studi Teknik Sipil
KKN-PPM UNWIRA 2021

HUJAN merupakan salah satu siklus hidrologi yang dapat membantu pelestarian air tanah (khususnya air tanah dangkal). Ketika musim hujan turun, sebagian besar air akan terbuang langsung ke laut, selain juga menimbulkan daerah-daerah genangan dan banjir. Sebaliknya, ketika musim kemarau, sumber air milik warga banyak yang mengalami kekeringan. Padahal hingga kini, masih banyak masyarakat yang menggunakan air tanah.

Iklan Dimonium Air

Secara alami, kekurangan air tanah dapat diatasi, apabila sistem/metode pengelolaannya ditangani secara baik. Salah satu cara yang paling efektif adalah peran serta masyarakat untuk ikut aktif di dalam penerapan langsung melestarikan air tanah karena dari semua pencemaran yang terjadi manusialah yang paling merasakan akibatnya. Untuk itu, perlu diadakan sosialisasi mengenai lubang resapan biopori dalam mengatasi masalah air tanah tersebut.

Kurangnya daerah resapan air merupakan masalah yang ada di sekitar lokasi. Salah satu sumber air yang ada di bawah tanah adalah berasal dari air hujan yang meresap kedalam tanah dalam jumlah yang cukup besar. Pemukiman warga berada di area yang lebih tinggi dari badan jalan dan jarak antara satu rumah dengan rumah yang lain cukup kecil. Terdapat saluran drainase yang terlihat di sekitarnya lokasi permukiman namun tidak berfungsi secara baik dikarenakan sampah-sampah yang ada dalam saluran tersebut sehingga pada musim penghujan jangka panjang atau pendek (dalam skala besar), air hujan akan langsung mengalir ke badan jalan dan menyebabkan air tergenang di jalan yang mempunyai tekstur tidak rata.

Mengapa harus lubang resapan biopori? Lubang resapan biopori adalah sebuah metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap pada air tanah. Oleh karena itu, saya melihat bahwa dengan membuat lubang resapan biopori sangat membantu untuk air segera terserap ke dalam tanah. Selain itu ada keuntungan lain dari pembuatan lubang resapan biopori ini yakni sampah organik yang ada di dalam lubang merupakan makanan dari cacing tanah.

Baca Juga:  Banjir di Kaki Gunung Inerie Telan Korban Jiwa

Cacing tanah yang masuk ke dalam lubang akan membuat terowongan-terowongan kecil di dalam tanah Ketika menuju ke lubang yang berisi sampah organik. Terowongan-terowongan kecil itu akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini yang akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat, bahkan lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat. Oleh karena itu lubang resapan biopori ini sangat baik untuk dibuat di rumah kita, apa lagi manfaat biopori diantaranya mengurangi sampah organik, menyuburkan tanah, mencegah terjadinya genangan atau banjir.

Keuntungan lainnya adalah untuk mencegah penyakit yang diakibatkan adanya genangan air seperti penyakit malaria. Proses pembuatan lubang resapan biopori tidak terlalu susah, kita cukup menyiapkan 1 buah pipa serta penutupnya yang sudah di lubangi di sekelilingnya agar air bisa meresap, kemudian galilah lubang sedalam yang dibutuhkan, jika sudah masukan pipa tadi kedalam lubang tersebut, kemudian isi pipa itu dengan sampah organik, dan tutup pipa dengan punutupnya yang sudah dilubangi juga. Usahakan tutupan pipa harus rata dengan permukaan tanah agar air bisa meresap kedalam tanah.

Dengan saya membuat sosialisasi lubang resapan biopori di lingkungan RT 002/RW 001, Kel. Tubuhe, Kec. Kota Kefamenanu, genangan air akibat hujan dan pembuangan air lainnya menjadi berkurang, tidak ada lagi genangan yang sampai menimbulkan adanya jentik nyamuk. Efek yang dihasilkan dari adanya lubang resapan biopori ini di rasakan oleh seluruh masyarakat di lingkungan rumah saya. Jadi saya mengajak para pembaca artikel-opini saya ini untuk mulai membuat lubang resapan biopori di lingkungan rumah masing-masing, apa lagi lingkungan yang sering terjadi banjir Ketika hujan datang. Manfaat yang di terima dari

Baca Juga:  BMKG Ingatkan Warga Waspadai Hujan dan Angin Kencang di NTT

adanya lubang resapan biopori bukan hanya daya serap air yang tinggi, tetapi juga mengurangi peluang terkena penyakit (Malaria), dan membantu menyuburkan tanah disekitar rumah kita.

Lubang resapan biopori ini merupakan solusi ramah lingkungan untuk kita sikapi dampak negative dari adanya genangan air dan juga sampah organik disekitar kita terhadap kelangsungan hidup. Setidaknya dengan membuat lubang resapan biopori ini kita bisa merasakan manfaat-manfaatnya di antaranya mengatasi sampah organik yang ada di rumah, menyuburkan tanah di sekitar rumah kita, mempercepat proses penyerapan air, menambah cadangan air tanah dan juga kita bisa terhindar dari penyakit Malaria. Secara tidak langsung kita turut melestarikan lingkungan dengan membuat resapan biopori. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed