Oleh Bernardus Badj
Belajar di Seminari Scalabrinian Ruteng
PERTOBATAN merupakan inti atau tema utama pewartaan Yesus Kristus. “Kerajaaan Allah sudah dekat bertobatlah” (Mrk. 1: 15). Para Nabi dalam Perjanjian Lama kerap kali menyuarakan betapa perlunya melakukan perubahan hati yang menyeluruh, berbalik dari dosa, lalu kembali kepada Allah. Yohanes Pembabtis menyerukan hal yang sama“ Bertobatlah sebab pengahakiman Allah (pengadilan terakhir) sudah dekat”(Mat. 3:10).
Bagi Yohanes situasinya begitu mendesak dan menyangkut harapan, sedangkan bagi Yesus merupakan kepenuhan (fulfillment). Kerajaan Allah yang sudah lama dijanjikan kini hadir dalam penyerahan diri Yesus sebagai keselamatan dari Allah. Pertobatan pada hakekatnya adalah sebuah sikap dan perilaku yang melibatkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah sebagai murid-murid-Nya.
Yesus telah memberikan profil seorang murid sejati. Murid-murid-Nya adalah mereka yang colmmited terhadap nilai-nilai yang secara tajam bertentangan dengan nilai-nilai yang diekspos oleh orang-orang di dunia ini. Mereka mencari kebenaran dalam kepemilikan kekayaan, kuasa yang justru kadang-kadang menguasai hidup manusia, tidak mengindahkan kaidah-kaidah moral dan mudah menjurus kepada kekerasan tanpa peri kemanusiaan. Seorang murid Yesus sejati justru akan menemukan kebahagian hanya di dalam penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah.
Dalam tulisan –tulisan rasul Paulus dan Yohanes, pertobatan berarti iman kepercayaan akan Yesus Kristus. Percaya kepada Yesus Kristus berarti membuat suatu keputusan untuk memihak Allah dan menentang musuh Allah, berpihak kepada kasih Allah dan melawan kebencian. Pertobatan juga berarti berjalan dalam Roh dan menikmati hidup baru dalam Yesus Kristus. Pertobatan harus dipahami dalam karya Allah Putera yang datang ke dunia melalui Yesus Kristus untuk mencari pendosa dan menyelamatkannya, “Bukan orang sehat yang memerlukan dokter, melainkan orang sakit” (Mat 9:12).
BACA JUGA: Peter A. Rohi, Jurnalis di Pusaran Konflik
Masyarakat yang bobrok moral dan bobrok spiritualitasnya sangat Ia cari, untuk ditobatkan dan dibersihkan oleh-Nya. Nilai-nilai yang kudus dari Allah (Kerajaan Alllah). Ia wartakan dari hari ke hari, tanpa kenal lelah. Demikian juga kita sebagai pengikut Kristus berani datang kepada Yesus Sang Tabib mohon penyembuhan (pertobatan), mencari pendosa dan memperbaiki hidup pendosa.
Kristus Yesus telah membaskan kita dari kuasa dosa dan kejahatan, serta menerima kita sebagai putera yang dihasihi-Nya. Apakah karya pertobatan menjadi karya utama Yesus Kristus sudah menghantar kita pada hidup yang penuh tobat? Apakah pengenalan dan komitmen untuk mengikuti Yesus Kristus sudah mengubah hidup kita menjadi manusia baru dalam Kristus? Mengenal Yesus Kristus, apabila menyatakan diri sebagai mirid-Nya artinya harus berubah untuk mengikuti hidup-Nya.
Perubahan pertama yakni merubah dari dalam diri, perubahan hati dan kemudian terwujud di dalam perubahan sejarah hidup kita, inilah tuntutan etis dari pertobatan.














