oleh

Punya Lumbung Suara Terbesar di Sumba Barat, Paket DOR Bisa Menang Telak

Kupang, RNC – Koalisi Golkar-Nasdem sudah memenuhi syarat minimal untuk mengusung pasangan Daniel Bili dan Gregorius Pandango (Paket DOR) di Pilkada Sumba Barat.

Paket ini berpeluang besar memenangkan kontestasi Pilkada karena mereka berasal dari wilayah yang menjadi lumbung suara terbesar di Sumba Barat.

Daniel Bili adalah satu-satunya calon yang berasal dari Loli, kecamatan dengan jumlah pemilih terbanyak di Sumba Barat. Pemilih di Kecamatan Loli pada DPT Pemilu 2024 sebagaimana ditetapkan KPU Sumba Barat sebelum pelaksanaan Pileg sebanyak 26.646 jiwa.

Sementara Gregorius Pandango berasal dari Tana Righu. Pemilih di kecamatan ini sebanyak 16.557 jiwa. Angka ini menjadikan Tana Righu sebagai wilayah dengan jumlah pemilih terbesar ketiga dari enam kecamatan di Sumba Barat.

“Saya pastikan di Kecamatan Loli dan Tana Righu, kami menang dari semua paket,” ujar Daniel Bili kepada wartawan, Selasa (18/6/2024).

Ketua DPD II Golkar Sumba Barat itu mengaku saat ini mereka tengah bekerja ekstra agar juga bisa menang di dua kecamatan lain yakni Kota Waikabubak dan Wanukaka. Pemilih di Kota Waikabubak sebanyak 23.156 jiwa dan Wanukaka 12.999 jiwa.

Khusus wilayah Lamboya dan Lamboya Barat, Daniel mengatakan, akumulasi jumlah pemilih dari dua kecamatan itu masih lebih rendah dari Loli. Pernyataan Daniel itu sejalan dengan data dimana pemilih di Lamboya sebanyak 15.231 jiwa dan Lamboya Barat 6.039 jiwa.

“Tiga calon yang maju kali ini dari Selatan (Lamboya dan Lamboya Barat, red). Satu orang calon bupati dan dua orang calon wakil bupati. Suara di wilayah itu akan pecah dan pasti kami juga akan bertarung rebut suara di situ,” terang Daniel.

“Jadi dari peta kekuatan suara sebagaimana digambarkan di atas, kami yakin menang besar,” sambung mantan anggota DPRD Sumba Barat itu.

Baca Juga:  Ini Alasan Ansy Lema Mundur dari DPR RI Pasca Ditugaskan PDIP sebagai Cagub NTT

Untuk memenangkan Pilkada kali ini, Daniel mengaku tim relawan dan tim keluarga bersama mesin partai sudah bekerja di lapangan. APK (alat peraga kampanye) juga sudah terpasang di semua kecamatan.

“Kami evaluasi pola kerja di tahun 2020 lalu, sehingga hari ini kami bekerja dari desa ke desa. Saya dan calon wakil juga bagi tugas. Tana Righu dan Kota Waikabubak dikerjakan calon wakil, sedangkan saya bergerak di kecamatan lain. Tim relawan, tim keluarga dan mesin partai Golkar dan Nasdem juga sama-sama bergerak,” ungkapnya. (rnc)

Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *