oleh

Antisipasi DBD, Wali Kota Minta Camat, Lurah dan RT/RW Gencar Bersihkan Lingkungan

Kupang, RNC – Pemerintah Kota Kupang mulai mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang biasa mewabah saat musim hujan. Oleh karena itu, Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore menegaskan camat, lurah dan ketua RT/RW se-Kota Kupang harus lebih gencar melakukan berbagai cara untuk mencegah DBD.

Hal ini disampaikan Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dalam konferensi pers di Aula Garuda, Balai Kota, Selasa (27/10/2020) siang.

Jeriko-sapaan akrab Wali Kota Kupang, menyampaikan DBD diprioritaskan karena dalam tahun 2020 ini sudah ada 8 kasus kematian. DBD selalu menjadi momok bagi masyarakat setiap tahun di Kota Kupang. Angka kematiannya lebih tinggi dari covid-19 yakni 4 kasus.

“Kenapa sampai masih ada korban, salah satunya karena lingkungan yang tidak bersih,” kata Jeriko. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Pemkot segera mengeluarkan berbagai strategi untuk penanganan yang tepat. Salah satunya penyaluran bubuk abate. Ini adalah upaya pengendalian wabah dalam masa pergantian musim.

“Sudah ada persiapannya. Kami tidak akan mentolerir lagi, bahan abate sudah ada,” tegas Jeriko.

BACA JUGA: Data Covid-19 NTT 26 Oktober: 15 Orang Positif, 6 Orang Sembuh

Ia juga mengatakan, sebelum memasuki pergantian musim ini, tindakan yang diambil yakni seluruh camat, lurah serta ketua RT/RW harus menyampaikan informasi apabila ada pasien yang bergejala mirip DBD agar segera ditangani secara medis. Selain itu, harus gencar melakukan pembersihan di lingkungan masing-masing.

Penegasan juga disampaikan kepada para aparat di tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT/RW. Sebelum perubahan musim, harus aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk dengan penerapan 3M-plus bersama masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kita tidak main-main lagi. Apabila ada korban lagi, kita ambil tindakan tegas. Jadi lurah pasti kita berhentikan, kemudian RT/RW kita tidak beri insentif,” ungkapnya. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed