oleh

SN-KT Dapat Dukungan dari Mantan Koordinator Tim Pemenangan SBS

Betun, RNC – Dukungan terhadap pasangan calon (paslon) Bupati Dr. Simon Nahak, SH, MH dan calon Wakil Bupati, Louise Lucky Taolin, S.Sos atau Paket SN-KT terus mengalir.

Kali ini datang dari salah satu mantan anggota DPRD Partai Nasdem sekaligus Kordinator Tim pemenangan SBS-DA “Aitasi” lima tahun silam,
Yoseph Ama Bere Seran.

Dalam orasi politiknya, ia mengatakan Paket SN-KT punya kekhasan di Pilkada Malaka. SN, calon bupati (cabup) asal daerah pemilihan (dapil) II Malaka berdomisili di Dapil I Malaka. Sedangkan calon wakil bupati (cawabup), Kim Taolin asal Dapil III Malaka juga berdomisili di Dapil I Malaka. Hal ini disampaikannya saat kampanye di Lalor, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Minggu (25/10/2020).

Ia menambahkan, Paket SN-KT, adalah calon pemimpin yang populis. “Pak Simon dan Pak Kim mengenal dan dikenal masyarakat. Bagaimana kita memilih pemimpin setelah itu tidak datang. Ini tidak bisa,” kata Yosep disambut tepuk tangan hadirin.

“Warga Aintasi akan memilih pemimpin yang tepat untuk menjamin pembangunan yang merata dan adil bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malaka dan memiliki visi misi dan program menuju Malaka yang berbudaya, bersih dari KKN. Dan itu, pak Simon dan pak Kim,” tandas Yosep.

Sementara itu, Cawabup, Kim Taolin dalam orasi politiknya mengatakan rumah yang didiaminya saat ini beralamat di Kecamatan Malaka Tengah. “Rumah saya di Tubaki dan bapak Simon punya rumah di Weleun. Sangat dekat dengan bapak-mama. Pintu rumah selalu terbuka bagi bapak-mama,” jelas Kim Taolin.

BACA JUGA: Pemuda Aintasi, Malaka, Satu Hati Dukung Paket SN-KT

Demi kepentingan masyarakat, kata Kim, ia bersama Cabup Simon Nahak tidak akan menyewa rumah pribadi mereka. Anggaran sewa rumah sebaiknya dipakai untuk mendukung program pembangunan agar masyarakat bisa sejahtera.

Cabup Simon dalam orasinya mengatakan akan tetap mempertahankan lokasi pembangunan Kantor Bupati Malaka, rujab dan gedung perkantoran di wilayah Kecamatan Malaka Tengah sesuai undang-undang pemekaran daerah otonom baru Kabupaten Malaka.

Simon mengemukakan pendapatnya berdasarkan alasan tidak ada satu gedung perkantoran Kabupaten Malaka dibangun hingga saat ini. Pusat pemerintahan harus dibangun di Kecamatan Malaka Tengah.

Kedua, kata Simon, ada isu terkait rencana pemindahan pusat pemerintahan ke wilayah kecamatan lain. Mudah-mudahan isu tidak benar, karena pemindahan pusat pemerintahan seperti yang diisukan menyalahi aturan. Itulah sebabnya, Paket SN-KT tetap mempertahankan pusat pemerintahan dan pembangunan gedung-gedung perkantoran untuk pelayanan yang efektif dan efesien sesuai undang-undang yang sudah ditetapkan. (rnc11)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed