oleh

Awal 2021, Rumah Perempuan Kupang Tangani 10 Kasus Kekerasan Anak

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Lembaga Rumah Perempuan (RPK) mencatat sejak Januari hingga pertengahan Februari 2021 terdapat 10 kasus kekerasan terhadap anak.

“Dari Januari sampai dengan pertengahan bulan Februari 2021, kami sudah menangani dan melakukan pendampingan 10 kasus kekarasan di antaranya kekerasan  seksual, terhadap anak, dan anak berhadapan dengan hukum yakni anak menjadi saksi dalam kasus KDRT, kasus ingkar janji nikah, dan kasus kekerasan sesama anak serta kasus kekerasan anak korban KDRT, ” kata Direktris Lembaga Rumah Perempuan, Libby Ratuarat-Sinlaeloe, Jumat (25/2/2021).

Iklan Dimonium Air

Dikatakannya, kasus yang ditangani dan didampingi Rumah Perempuan Kupang melalui Divisi Pendampingan, dalam penanganannya ada yang diurus secara kekeluargan, dan ada yang sudah ditangani kepolisian, bahkan sudah disidang di pengadilan. Ada juga yang sudah mengantongi putusan pengadilan. “Dari 10 kasus tersebut Kota Kupang lebih banyak yakni 6 kasus dan 4 kasus dari Kabupaten Kupang,” ujarnya.

Dirincikannya, 10 kasus  tersebut yakni kasus kekerasan seksual terhadap anak terdapat 3 kasus  yang prosesnya 1 kasus sudah naik ke tingkat kepolisian dan 2 kasus sudah ada putusan tetap.

“Dan untuk kasus KDRT, yakni anak menjadi saksi kasus kekerasan terhadap istri, terdapat 3 kasus dengan proses penanganannya sudah naik ke tingkat pengadilan,” katanya.

BACA JUGA: Kerumunan Maumere Tak Bisa Disamakan dengan Kerumunan Massa Rizieq Shihab

Sedangkan untuk kasus ingkar janji nikah, katanya, terdapat 2 kasus. Untuk kasus kekerasan sesama anak terdapat 1 kasus yang proses penangananya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Selain itu, ada 1 kasus anak korban KDRT yang proses penanganannya diselesaikan secara kekeluargaan.

Libby berharap semua pihak, baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan keluarga untuk tidak lagi melakukan kekerasan terhadap anak, seperti anak diperhadapkan dengan hukum, maupun kekerasan seksual kepada anak dan juga kekarasan lainnya. Alasannya, kekerasan terhadap anak akan mengakibatkan anak tersebut terganggu secara psikologis maupun psikis.

“Anak adalah anugerah Tuhan dan juga merupakan tumpuan dan harapan penerus bangsa. Sedianya perlu mendapat perlindungan guna tidak mengalami kekerasan maupun diskriminasi,” tutupnya. (rnc05)

  • 84
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed