Maumere, RNC - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah diberi kesempatan oleh Dewan Direksi International Association of Women Police (IAWP) untuk menjadi tuan rumah IAWP Conference (Konferensi Polwan Sedunia) 2020, setelah keputusan ini dibuat pada tahun 2019 lalu di Quito, Ekuador.
Terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Polwan Sedunia ini, sebelumnya direncanakan akan digelar di Yogyakarta pada September 2020. Namun, konferensi ini sempat dibatalkan akibat pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 lalu.
Kemudian baru kembali diadakan pada bulan November 2021 ini di Labuan Bajo, mengingat statistik pandemi sudah mulai menurun signifikan.
Kepolisian Resor (Polres Sikka), Polda NTT, boleh berbangga lantaran satu-satunya Polisi Wanita (Polwan) terbaiknya, terpilih sebagai peserta untuk menjejaki IAWP Conference. Dia adalah Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Veronika Kolidin, wanita berparas cantik yang berasal dari Kampung Habiheret, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka.
Karena memiliki kemampuan yang luar biasa, sehingga Bripka Veronika yang kesehariannya bertugas pada Satuan Intelkam Polres Sikka, kemudian terpilih menjadi salah satu Polwan terbaik di lingkup Polres Sikka untuk mengikuti Konferensi Polwan Sedunia yang digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT, pada 6 hingga 11 November 2021.
Ketika dihubungi RakyatNTT.com melalui telepon selulernya, Bripka Vero, begitu dia disapa mengaku bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.
“Bangga tentunya. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya menjadi Polwan RI dan mewakili Polwan Polres Sikka, Polda NTT, untuk mengikuti kegiatan IAWP Training Conference 2021 di Labuan Bajo,” tuturnya, pada Minggu (7/11/2026).
Menurut Bripka Vero, kegiatan tersebut sangatlah bermanfaat bagi Polwan RI dalam meningkatkan kualitas kinerja pelayanan masyarakat, khususnya kepada perempuan dan anak-anak. Selain itu, momentum ini juga menjadi kebanggaan bagi Indonesia, terkhususnya untuk Provinsi NTT.
“Kita patut berbangga karena ini juga merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia dan Polri, yang telah terpilih menjadi negara tuan rumah pertama di Asia untuk penyelenggaraan IAWP 2021. Ini sangat luar biasa,” ungkapnya dengan bangga.
Dirinya berjanji akan menggunakan kesempatan itu dengan sebaik mungkin, agar mendapatkan pengetahuan, keahlian serta memiliki jaringan yang lebih luas dengan aparat penegak hukum lainnya di seluruh dunia.
Untuk diketahui, IAWP adalah sebuah organisasi yang menaungi Polisi Wanita Sedunia, yang didirikan sejak tahun 1915 di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Hingga saat ini, anggota IAWP terdiri dari 73 negara dan setiap tahunnya akan diadakan Konferensi Internasional di negara yang berbeda.
Pemilihan Labuan Bajo sebagai venue Konferensi dalam rangka untuk mendukung program 10 Bali Baru, dimana Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). The 58th International Association of Women Police juga akan
dibuka secara resmi oleh Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, pada Senin (7/11/2026). Sekaligus peninjauan kegiatan vaksinasi masal di Kabupaten Manggarai Barat bersama Panglima TNI, Marsekal TNI. Hadi Tjahjanto.
Sebagai tradisi Konferensi IAWP, adanya beberapa program selama Konferensi yang dapat dihadiri oleh peserta, yang saat ini disesuaikan dengan venue acara di Labuan Bajo yakni sebagai berikut:
1. Parade of Nations, Jalan Utama Kota Labuan Bajo, pada tanggal 6 November 2021,
2. Upacara Pembukaan di Ballroom Hotel Meruorah
3. Heritage and Annual Award Recognition 2020/2021
4. Upacara Penutupan/Gala Dinner di Hotel Ayana
5. Tur Taman Nasional Komodo ke Pantai Pink, Pulau Padar dan Komodo Pulau.
Selanjutnya, program terpenting dari konferensi ini adalah Training Sessions, dimana terdapat 6 keynote meliputi Mendagri, Under-Secretary-General for Peace Operations dan 4 diantaranya adalah inspiring female leader dari tanah air seperti Menkeu, Menlu, Wamenparekraf dan Wakapolda Kalimantan Tengah. Selain itu, terdapat 65 pembicara yang akan berbagi keahlian, pengetahuan, pengalaman dan best practice untuk meningkatkan dan mencerahkan.
Adapun tema yang diangkat dalam konferensi IAWP tahun ini adalah “Women at the center stage of policing” dengan 5 sub-thema meliputi, Women, Peace and Security., Women and Leadership., Police Women and Their Challenges., The Role of Women in Policing., Science, Technology and Policing., Current Issues on Transnational Crimes.
Konferensi ini dianggap sebagai Konferensi IAWP dengan konsep hybrid pertama dalam sejarah IAWP, sehingga dapat dihadiri oleh peserta melalui platform online maupun offline. Dengan demikian, Konferensi ini akan dihadiri oleh 691 peserta offline maupun online dari 38 benua/negara seperti Asia, Australia, Eropa, Amerika, Afrika serta Timur Tengah, dengan rinciannya yakni, 245 peserta offline dan 446 peserta online. Disamping itu, terdapat juga 8 organisasi internasional seperti, INTERPOL, ASEANAPOL, GCCPOL, UNODC, ICRC, UN Women, UNDPO dan JCLEC.
Sementara untuk peserta dari Indonesia, terdiri dari perwakilan masing-masing Polda dan Satuan di Markas Besar (Mabes) Polri, dari berbagai tingkatan pangkat dan bidang pekerjaan. Mereka diharapkan menjadi pemimpin masa depan dan memimpin organisasi ini dengan pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang memuaskan. Serta memiliki jaringan yang lebih luas dengan aparat penegak hukum lainnya dari seluruh dunia.
(rnc24)

















Komentar