Maumere, RNC - Memasuki musim penghujan dan adanya gejala alam La Nina, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, meminta masyarakat tetap waspada terhadap ancaman bencana alam tersebut.
Warga juga diimbau selalu meningkatkan kesiapsiagaan serta turut membantu pemerintah dengan mengevakuasikan diri apabila menghadapi fenomena yang menyebabkan cuaca menjadi ekstrem itu. Fenomena La Nina diprediksi akan terjadi selama November 2021 hingga Februari 2022 mendatang.
“Fenomena La Nina ini mengakibatkan timbulnya bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh hujan dan angin, sehingga sering terjadi curah hujan yang tinggi. Untuk itu, kami meminta warga agar selalu siap siaga dan membantu pemerintah untuk mengevakuasi diri apabila terjadi bencana. Karena rata-rata mereka ini tinggal di daerah rawan seperti tebing, yang berpotensi terjadinya longsor,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sikka, Muhammad Daeng Bakir kepada RakyatNTT.com, pada Jumat (12/11/2026).
Menurut Daeng Bakir, kondisi yang mengakibatkan perubahan mendadak disertai cuaca ekstrim dan tak bisa diprediksi itu, terjadi secara tiba-tiba hingga terkadang menimbulkan bencana.
“Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, ketika angin puting beliung disertai hujan yang menyebabkan beberapa rumah rusak. Kejadiannya begitu cepat tanpa bisa diprediksi,” terangnya.
Tak hanya berhubungan dengan cuaca, ketika badai La Nina ini terjadi maka bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan oleh manusia. Sehingga dia meminta warga masyarakat untuk selalu waspada di wilayahnya masing-masing, terutama yang berada di daerah rawan banjir, tanah longsor serta bencana lainnya agar menghentikan aktifitas yang dilakukan, ketika terjadinya hujan deras dan perubahan cuaca ekstrim lainnya.
“Kami ingatkan agar nelayan dan petani di sekitar daerah rawan bencana, apabila turun hujan maka segera menghentikan aktifitasnya, dimana bisa saja menyebabkan longsor dan dampak lainnya,” tandasnya.
Meskipun badai La Nina diprediksi akan terjadi hingga akhir Februari 2022 tapi ancaman air laut pasang yang berisiko mengakibatkan banjir ini juga, akan terjadi pada Januari hingga Februari 2022 mendatang. Untuk itu, lanjut Daeng Bakir, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya demi mengurangi dampak dan risiko dari ancaman La Nina tersebut.
“Januari, Februari, tinggi air laut mengalami pasang, ancaman banjir rob akan ada. Sehingga mulai antisipasi dan siapkan diri, serta harus selalu siaga dengan hal-hal yang dilakukan untuk meminimalisir korban baik materil maupun jiwa,” ungkapnya. (rnc24)















Komentar