oleh

Seorang Pria di Sikka Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Jambu

Iklan Demokrat

Maumere, RNC – Seorang pria berinisial FXMHO (46) yang merupakan warga Dusun Hebing, Desa Hebing, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, ditemukan tak bernyawa dengan posisi gantung diri di pohon jambu di kebun milik Felix Friminus Tonce, Selasa (16/11/2021) pukul 06.00 Wita.

Untuk mendalami kasus ini, pihak kepolisian telah meminta keterangan dua orang saksi yakni Magdalena Yantrisia dan Yohanes Bedeman, yang merupakan warga Hebing, Desa Hebing, Kecamatan Mapitara.

Iklan Dimonium Air

Hal ini disampaikan Kapolres Sikka melalui Kepala Seksi Humas, Iptu. Margono kepada RakyatNTT.com, Rabu (17/11/2021).

Menurut Iptu Margono, kronologi kejadian kasus gantung diri itu berawal pada Selasa (16/11/2021) pukul 06.00 Wita. Saat bangun pagi, korban sempat minum kopi sebelum berangkat ke kebun.

Berselang sekitar satu jam, saksi Magdalena Yatrisia kemudian mengikuti korban. Namun ketika sampai di kebun, Magdalena kaget melihat korban sudah tergantung di pohon jambu mete dengan seutas tali nilon yang melilit di lehernya.

“Melihat kejadian itu, Magdalena kaget dan langsung berlari kembali ke rumah dan menceritakan hal itu kepada saksi Yohanes Bedeman. Selanjutnya, Yohanes dan sanak keluarga berangkat ke kebun bersama untuk memastikan kondisi korban tersebut,” katanya.

Iptu Margono menjelaskan sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mereka mendapati korban sudah tak bernyawa lagi. Melihat hal itu, Yohanes langsung melapor kejadian tersebut kepada Kepala Desa Hebing. Kemudian Kepala Desa juga melaporkan kejadian itu ke Polsek Bola melalui Kanit Intel Polsek Bola.

Mendapatkan laporan itu, Kapolsek Bola, Ipda Muhammadong bersama anggota Polsek Bola, Inafis Polres Sikka dan Tim Puskesmas Mapitara turun ke TKP dan langsung melakukan olah TKP serta dilanjutkan dengan visum et repertum oleh Dokter Puskesmas Mapitara, dr. Alex Chander.

Baca Juga:  17 Kecamatan Darurat Kekeringan, BPBD Sikka Distribusikan 456 Tangki Air Bersih

Iptu Margono menambahkan, dari informasi yang diterima tim yang bertugas disebutkan bahwa korban selama ini mengalami gangguan mental dan sering merasa ketakutan sendiri.

“Atas kejadian tersebut pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat pernyataan menolak autopsi. Pihak keluarga menerima dengan ikhlas peristiwa itu sebagai suatu musibah,” tuturnya. (rnc24)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed