Debat Pilgub NTT: Paslon Branding Pengalaman

Opinidibaca 376 kali

Oleh: Akhmad Syafruddin.S.IP.,MA

(Dosen Ilmu Politik FISIP Undana Kupang)

 

DEBAT publik merupakan salah satu metode terbaik bagi paslon menunjukan performa terbaik di depan masyarakat. Debat pertama yang diselenggarakan KPU bekerjasama dengan TV Nasional berjalan dengan lancar dan damai. Masing-masing Calon Gubernur dan wakil Gubernur tampil sangat mengesankan. Seluruh paslon dapat menjawab pertanyaan panelis dengan baik. Pengalaman atau track record paslon yang mentereng dan komplementer menjadi kekuatan masing masing paslon tampil perdana. Paslon ke-1 dengan perpaduan Politisi dan pengusaha, Paslon ke-2 perpaduan Politisi dan Purnawirawan Polisi dan paslon ke-3 perpaduan purnawirawan TNI dan politisi menjadi suguhan pilihan yang lengkap bagi masyarakat NTT. Semua paslon merupakan orang-orang terbaik dibidang masing-masing.

Pertanyaan adalah apakah profil calon menjadi faktor tunggal dalam penentuan kemenangan? Jawabannya tidak karena kemenangan calon juga akan ditentukan faktor produk politik seperti pemaparan visi dan misi yang di detilkan melalui program kerja serta tawaran problem solving terhadap isu-isu publik fundamental. Siapa yang akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur 2026-2029 nanti setidaknya dapat memaksimalkan kedua faktor tersebut selain perolehan dukungan dari koalisi partai politik.

Kemudian Pertanyaan lain adalah apakah metode kampanye debat publik memiliki pengaruh signifikan bagi peningkatan elektabilitas? Berdasarkan hasil beberapa studi bahwa debat Publik memiliki pengaruh signifikan mengubah persepsi pemilih terhadap dukungan paslon. Ini merupakan peluang terbuka bagi paslon, jika mengacu hasil Lembaga Survey Indikator beberapa waktu lalu terdapat 17,3 persen pemilih yang belum menentukan pilihan. Angka ini cukup signifikan dan dapat mengubah kekuatan politik dalam memenangkan kontestasi.

Kemudian pertanyaan berikut adalah apakah ada peluang terjadi migrasi atau perpindahan dukungan antar pemilih? Tentu saja peluang masih terbuka bagi semua paslon, namun persentasenya tidak signifikan karena ini hanya terjadi pada masyarakat yang menonton debat dan sebagian besar terdapat di wilayah perkotaan yang fasilitas dan teknologi media memadai. Bagaimana dengan masyarakat yang tidak menonton terutama berada dikawasan pedesaan tentu tidak akan memiliki pengaruh. Bagi masyarakat pedesan pengaruh langsung dapat diperoleh dari adanya dampak nyata dari masing-masing paslon terhadap kehidupan sehari-hari. Citra positif yang terbagun di masyrakat desa menjadi dasar penentuan pilihan politik.

Lalu siapa sasaran debat publik? Tentu ini sangat menarik mengingat bahwa masyarakat yang menonton debat adalah termasuk dalam karakteristik pemilih rasional yaitu program kerja sebagai sumber prioritas penentuan pilihan politik. Sayangnya pemilih yang masuk kategori rasional tidak besar jumlahnya karena sebagain besar pemilih Nusa Tenggara Timur termasuk dalam kategori pemilih tradisional yang mengedepankan ikatan sosiologis (Suku, agama, Ras dan Golongan). Kemudian bagaimana dengan Generasi Z atau pemilih pemula? sesuai dengan karakteristik pemilih ini masih labil dan sangat mungkin terjadi perpindahan dukungan, kelompok pemilih ini rentan di politisasi dan dimobilisasi untuk mendukung paslon tertentu.

Terkahir pertanyaan kunci adalah siapakah pemenang debat pertama? Semua paslon tampil seimbang karena beberapa jawaban memiliki kemiripan dan cenderung saling melengkapi. Tidak ada perbedaan yang cukup tajam, kenyataanya paslon saling menerima jawaban satu lainnya. Misalnya pada pertanyaan pertama terkait bagaimana Inovasi dan strategi dalam meningkatkan kepatuhan penyelenggaran publik?

Jawaban ketiga paslon hampir sama yaitu bagaiamana mewujudkan digitalisasi pelayanan publik, pelayanan langsung kepada masyarakat, peningkatan profesional dan kesejahteraan ASN. Kemudian pertanyaan kedua terkait bagaiamana mewujudkan birokrasi yang responsif dan adaptif dalam mengahadapi ancaman krisis bencana alam dan non alam? Jawaban ketiga paslon memiliki perspektif yang hampir sama yaitu melalui penguatan birokrasi, jejaring dan kolobarasi pemerintah pusat, optimalisai BNPB dan Kerjasama TNI dan Polri.

Meskipun pada sesi ini agak variative namun solusi yang ditawarkan cenderung saling melengkapi. Kemudian pertayaan ketiga yaitu bagaimana mengatasi politik klientilisme seperti balas jasa pada ASN, BUMN ataupun proyek pemerintah? Jawaban ketiga paslon fokus pada bagaiamana menerapkan sitem merit yaitu penempatan pegawai sesuai dengan kompetisi dan profesionalitasnya. Ketiga jawaban diatas tergolong normative, paslon semestinya harus menunjukan sikap tegas dalam melawan politik balas jasa dan out of the box yaitu bagaiamana inovasi-inovasi terbaru dalam penciptaan pelayanan public yang sesuai dengan karakteristik masyarakat NTT.

Terakhir, masing-masing paslon melakukan pencitraan politik dengan baik. Paslon 1 (satu) memiliki kelebihan dalam menciptakan bonding/ikatan emosional dengan para pemilih yang menyasar karakteristik para petani, nelayan dan panggilan orang timur yaitu bapa mama terlihat jelas dalam pemaparannya telah diucapkan berkali-kali. Dalam ilmu pemasaran politik, paslon 1 berusaha menempatkan diri mereka kedalam kondisi sama yang dirasakan lapisan masyarakat. Strategi ini dapat menjadikan pemilih merasa dihargai dan diperhatikan. Pada paslon 2 (dua) memiliki kelebihan dalam pencitran politik nasional dimana dukungan koalisi besar dan tokoh politik nasional; Presiden Prabowo, Jokowi dan SBY dan menyakinkan publik berkali-kali bahwa relasi dan kesatuan koalisi menjadi kekuatan bagi paslon dalam membangun NTT. Terakhir paslon 3 (tiga) juga dalam kapasitas sebagai Purnawirawan TNI memiliki pengalaman dan simbolitas tangguh siap siaga membangun NTT.

Ketiga paslon ini sama-sama menonjolkan relasi dengan pusat sebagai modal dalam membangun kolaborasi yang kuat. Meskipun paslon telah menunjukkan strategi terbaik dalam debat tetapi tidak akan memberikan pengaruh kuat apabila hanya sebuah pencitraan dan persepsi publik semata tetapi dibutuhkan pelekatan (attachment) kehadiran paslon di masyarakat secara langsung dalam mendengar dan melakukan Langkah solutif atas setiap permasalahan. Lantas siapakah yang sudah memberikan solusi itu? Siapakah paslon yang dapat merebut hati masyarakat FLOBAMORATA? Layak dinantikan!!! (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *