oleh

Dinkes Kabupaten Kupang Gelar Orientasi E-PPGBM bagi Tenaga Pelaksana Gizi

Kupang, RNC – Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang bersama Nutrition International (NI) dan Save the Children difasilitasi oleh Masyarakat Tangguh Sejahtera (Marunga Foundation) menyelenggarakan kegiatan penyegaran penggunaan aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) bagi tenaga pelaksana gizi puskesmas. Kegiatan ini bertempat di Hotel Kristal Kupang, Jumat (21/01/2022).

Kegiatan ini sebagai bagian dari dukungan Program Better Investment for Stunting Alleviation (BISA). BISA merupakan proyek terpadu gizi spesifik dan sensitif, yang didanai oleh pemerintah Kanada, pemerintah Australia melalui DFAT dan the Power of Nutrition untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam rangka percepatan penurunan stunting.

Penyegaran penggunaan aplikasi e-PPBGM bagi staff Dinas Kesehatan dan tenaga pelaksana gizi dari 23 Puskesmas dampingan Nutrition International (NI) di Kabupaten Kupang dimaksudkan agar tenaga pelaksana gizi mampu mengoperasikan aplikasi e-PPGBM sebagai alat pengumpulan dan pengelolaan data hasil program penanggulangan masalah gizi dengan baik.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 25 orang, yang terdiri dari pegawai dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan tenaga pelaksana gizi puskesmas di Kabupaten Kupang.
Deputy of Chief party proyek BISA, Donatus Klaudius Marut dalam sambutannya pada acara pembukaan menyampaikan tentang manfaat yang diperoleh dari pengelolaan dan analisa data yang benar.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa data yang ‘cantik’ (beautiful data) memenuhi tiga kriteria yakni pengumpulan, pengolahan data yang dilakukan secara tepat dan sistematis, memberi manfaat bagi masyarakat dan pembuat keputusan, dan dapat menjadi referensi dalam pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan.

E-PPGBM memenuhi kriteria yang dimaksud, sebab ini adalah sebuah aplikasi yang dapat menampung data yang pengolaannya dapat dilakukan oleh petugas secara langsung, tepat dan sistematis. Hasil pengelolaan data ini menjadi informasi utama bagi puskesmas dalam pengambilan keputusan dan perencanaan penanganan masalah gizi dalam rangka penurunan stunting.

Data E-PPGBM juga dapat dijadikan sebagi referensi bagi pegambil kebijakan dari tingkat desa hingga nasional dalam membuat keputusan dan merumuskan kebijakan terkait perununan stunting dan masalah gizi lainnya. Oleh karena itu, setiap peserta diharapkan mengikuti seluruh kegiatan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr. Robert A. J. Amaheka dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan ini sangat penting, karena pengelolaan data yang tidak baik dapat merusak hasil kerja yang sudah baik di lapangan. Amaheka, lebih lanjut menjelaskan tentang prevalensi balita stunting di Kabupaten Kupang yang terus mengalami trend penurunan sejak tahun 2018.

Dimana pada tahun tersebut, angka prevalensi mencapai 42,9%, pada tahun 2019 turun menjadi 35%, dan pada tahun 2020 turun menjadi 25,8%. Pada tahun 2021, pada periode penimbangan bulan Februari 2021 pada angka 24,6%, sedangkan pada periode penimbangan bulan Agustus prevalensi stunting turun menjadi 22,3%.

Lebih detail, Amaheka mengatakan bahwa pada periode penimbangan bulan Agustus 2021 total sasaran balita Kabupaten Kupang sebesar 30.945 anak, sedangkan yang datang ke posyandu dan ditimbang sebesar 29.914 anak sehingga persentase anak datang timbang/sasaran di bulan Agustus 2021 mencapai 96,7%. Persentase kehadiran anak untuk ditimbang mengalami kanaikan jika dibandingkan dengan data pada bulan Februari 2021 dimana persentase anak datang timbang/sasaran sebesar 94,5%.

Persentase balita gizi kurang atau wasting di Kabupaten Kupang juga mengalami trend penurunan sejak tahun 2018 hingga awal 2020. Pada tahun 2018 balita gizi kurang/wasting mencapai angka 18,7%, pada tahun 2019 angka ini turun menjadi 15% dan 10,7% pada awal tahun 2020.

Pada pertengahan tahun 2020 hingga Februari 2021, kondisi wasting di Kabupaten Kupang meningkat 3,8% menjadi 14,5%, dikarenakan berbagai faktor, salah satunya adalah pandemi COVID-19. Namun, setelah koordinasi dan intervensi terpadu yang dilakukan di lapangan, pada bulan Agutus 2021 didapatkan penurunan angka persentase balita gizi kurang/wasting menjadi 11%.

Pada bagian akhir, Amaheka mengharapkan agar semua peserta dapat berpartisipasi aktif hingga selesai kegiatan dan yang lebih penting harus dapat memasukan data secara baik, benar dan tepat waktu.

Dalam kegiatan ini yang bertindak sebagai narasumber antara lain staf pelaksana gizi dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, yakni Raymondus Vidigal Umbu Dagha, SKM dan staf pelaksana gizi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang yakni dr. Cindy Rosary Tefa. Metode kegiatan ini dilakukan secara luring dan daring, serta dalam penyelenggaraan kegiatan semua peserta, narasumber dan panitia menerapkan protokol kesehatan secara ketat termasuk persyaratan hasil rapid test antigen yang negatif.

(*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *