Ende, RNC - Hujan lebat yang mengguyur Kota Ende pada 18 hingga 20 Januari 2022, menimbulkan longsor di Kabupaten Ende. Salah satu titik longsor yakni di Desa Kedibodu, Kecamatan Ende Timur.
Pantauan RakyatNTT.com, akibat longsoran tersebut, akses masuk ke desa tersebut tertutup. Akibatnya aktivitas masyarakat desa terhambat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ende, Frans Lewang saat dikonfirmasi menjelaskan penyebab longsor tersebut yakni curah hujan yang cukup tinggi. “Ini merupakan longsoran susulan. Kami bersama pihak PT Yetty Dharmawan sedang melakukan evakuasi dengan membuka lokasi jalan alternatif,” kata Frans, Jumat (21/1/2026).
Ia mengatakan keterlibatan PT. Yetty Dharmawan dalam mengatasi longsor tersebut karena lokasi tambang galian C yang dilakukan PT. Yetty Dharmawan letaknya berdekatan dengan titik longsoran.
Direktur PT. Yetty Dharmawan, Sonny Indraputra dikonfirmasi di lokasi kejadian mengakui pihaknya melakukan penggalian di lokasi yang tidak jauh dari titik longsor. Namun menurutnya galian tersebut bukan menjadi penyebab terjadinya longsor.
Menurutnya, berdasarkan fakta di lapangan mungkin dikarenakan pernah terjadi gempa yang cukup besar. Kondisi batuannya juga adalah batuan-batuan labil. Diperparah dengan curah hujan yang cukup tinggi.
“Kalau dikatakan penyebabnya galian kami itu tidak benar. Nyatanya lokasi kami tidak terjadi longsor. Kedua, letak alat breaker pemecah batu ada di bagian bawah, bukan di atas. Jadi kegiatan kami bukan penyebab longsoran tersebut, tapi potensi-potensi itu pasti ada,” ujar Sonny.
Keterlibatan perusahaannya dalam pembersihan lokasi longsoran, Sonny mengatakan itu merupakan bentuk kepedulian dari PT. Yetty Dharmawan, karena lokasi kegiatan galian C dekat dengan lokasi longsoran.
Dengan adanya longsoran tersebut, Sonny juga mengatakan untuk sementara PT. Yetty Dharmawan menghentikan kegiatan galian C. “Kita akan melihat perkembangan ke depannya, karena ini ada hubungan juga dengan para pemilik lahan dan para pengguna jalan,” pungkasnya. (rnc16)



















Komentar