oleh

DPRD-Pemkot Kupang Gelar Rapat Tertutup Jelang Sidang Perubahan Anggaran

Kupang, RNC – Menjelang Sidang Perubahan APBD Kota Kupang Tahun 2022, Pemerintah Kota Kupang dan DPRD Kota Kupang melaksanakan rapat pra-pembahasan. Rapat tertutup ini dilaksanakan Selasa (20/9/2022).

Pantauan RakyatNTT.com, seluruh pejabat dan pimpinan OPD lingkup Pemkot Kupang tampak hadir. Hadir juga Penjabat Wali Kota George Hadjoh. Termasuk pimpinan DPRD dan para ketua komisi serta fraksi. Tidak semua anggota dewan diikutkan dalam rapat.

Berdasarkan informasi di internal DPRD, rapat tertutup itu membahas rencana sidang perubahan APBD tahun 2022. Usai pertemuan tersebut, Ketua Fraksi Golkar, Jemari Yosep Dogon menyampaikan pertemuan yang digelar selama hampir 4 jam sejak pukul 13.00 Wita dimaksudkan untuk merapatkan kembali kemitraan antara DPRD dan Pemkot.

Selain itu, menyamakan komitmen guna membangun semangat dalam berpikir dan membangun Kota Kupang. “Pada intinya pertemuan ini kan untuk membangun sinergitas dan juga bagian hal-hal yang kita buat ke depan lebih baik dari kemarin kan itu intinya,” ungkapnya.

Terkait perubahan APBD 2022, Dogon menjelaskan hal tersebut sempat disentil, namun DPRD memastikan baru akan dibahas dalam masa persidangan nanti. “Itu pasti, tapi nanti ada dinamika-dinamika dalam persidangan ke depan, tetapi lebih mengerucut. Lagi-lagi itu untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Fraksi NasDem, Yuvensius Tukung menyampaikan hal yanga sama. Menurutnya, Pj Wali Kota mengambil langkah yang benar untuk menemui DPRD untuk berdiskusi sebelum digelar sidang Perubahan APBD 2022.

Menurutnya, pertemuan ini untuk menyamakan komitmen dan sinergitas dalam mensejahterakan masyarakat. “Yah, jadi DPRD, Pemkot ini kan punya tujuan kan masyarakat, datangnya juga dari masyarakat. Saya kira wajar-wajar saja Pak Penjabat datang dan kita diskusi bersama. Saya rasa ini sangat baik,” jelasnya.

Baca Juga:  Konflik Internal Fraksi NasDem Memanas saat Sidang APBD Perubahan Kota Kupang

Yuven juga mengatakan, konsolidasi yang dibangun Pemkot saat ini adalah untuk mengetahui seperti apa saran dari DPRD dalam kemitraan. Oleh karena itu, ia berharap penjabat wali kota tetap menjaga silaturahmi dan komunikasi, sehingga bisa bersama-sama menemukan keputusan atau kebijakan yang baik bagi masyarakat.

“Jadi mengawali sebuah pemerintahan, saya rasa tidak selamanya melalui lingkup birokrasi, tidak hanya mengkonsolidasi di tingkat kecamatan dan kelurahan, tetapi harus juga di DPRD,” pungkasnya.

(rnc04)

Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *