oleh

Fransiscus Go Menyapa Masyarakat Flores (Seri Ende)

Kupang, RNC – Kota Ende dijuluki “Kota Pancasila”. Pasalnya, kota ini tempat lahirnya Pancasila yang dirumuskan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno saat masa pengasingan di era penjajahan Belanda. Setelah dari Kabupaten Sikka, Kota Ende menjadi tujuan selanjutnya Fransiscus Go bersama tim. Bersilaturahmi mencari teman dan saudara. Difasilitasi Sudrasman Arifin Nuh, Frans Go didampingi Gus Deni Gunawan dan tim lainnya, bertemu kelompok nelayan. Pertemuan itu berlangsung di bilangan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Senin (25/3/2024).

IMG 20240330 WA0047
Ads

Kehadiran Frans Go rupanya telah dinanti-nanti. Ini terlihat, dari antusias warga dan para nelayan yang datang. Pertanyaan seputar siapa figur Frans Go, bakal diusung parpol apa dalam pusaran pemilihan gubernur (pilgub) NTT November mendatang, serta apa yang telah dibuat untuk NTT, mengemuka dalam pertemuan itu. Frans Go yang telah banyak berbuat bagi NTT sejak 15 tahun silam, terlihat lugas memaparkan kerja-kerja dia selama ini. Tak sulit dan tak mengada-ngada. Satu per satu dijelaskan oleh Frans Go.

“Sebelum saya jelaskan apa-apa yang telah saya kerjanya buat NTT, terlebih dulu saya berterima kasih kepada basodara semua yang telah menerima kehadiran saya di Kota Ende. Saya ke Ende dalam rangka mencari teman dan saudara. Saya bukalah siapa-siapa. Saya orang biasa, dan terlahir dari keluarga yang biasa-biasa. Saya lahir dan besar di Kefa. SMA baru ke Kupang. Sekolah di SMA Negeri 1 Kupang. Orangtua saya membuka usaha lalu diberi nama ‘Toko Sembilan Jaya’. Kami 15 bersaudara, dan saya anak ke-11. Saya tinggal di Jakarta bersama istri dan anak-anak,” papar Frans Go.

Di bidang pendidikan, lanjut Frans Go, dia telah mendirikan Sekolah Lentera di Kota Kupang, lalu mendirikan beberapa sekolah, di daratan Timor. Sebagai dewan penyantun Universitas Gajah Mada dan Atmaja, Frans Go juga membiayai dan memberi beasiswa kepada sejumlah anak NTT yang berprestasi namun tidak mampu melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi. Lalu, di bidang ekonomi Frans Go menggandeng pengusaha se kelas James Riady. Mereka membangun Lippo Plaza dan Hypermart di Kotaa Kupang. Sedang di bidang kesehatan, kedua pengusaha nasional ini membangun RS Siloam, di Kota Kupang dan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga:  Bae Sonde Bae, Fransiscus Go Lebe Bae

Di bidang ketenaga-kerjaan, Frans Go banyak merekrut anak NTT kemudian dipekerjakan di beberapa perusahaan miliknya. Karena itu, Frans Go merasa gerah jika anak-anak NTT dipekerjakan secara ilegal di luar negeri, pun dengan gaji yang minim. “Anak-anak NTT yang bekerja di luar negeri adalah ‘pahlawan devisa’. Mereka harus dilindungi dan mendapat akses yang layak. Minimnya pengetahuan masyarakat NTT terkait penempatan tenaga kerja di luar negeri secara prosedural atau legal, membuat mereka terjebak perdagangan orang. Saya telah membentuk sebuah komunitas ‘Bajaga” atau Baku Jaga, dimana komunitas ini diharapkan berperan meminimalisir Tindak Pidana Perdagangan Orang atau (TTPO). Semoga kita selalu saling Baku Jaga,” pungkas Frans Go. (robert kadang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *