oleh

GSJA Imamat Rajani Beri Bingkisan Kasih untuk Mahasiswa STTII Kupang

Kupang, RNC – Ungkapan kasih dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah berupa bingkisan sembako. Hal ini diwujudkan oleh Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Imamat Rajani Naikolan yakni berbagi kasih dengan memberikan sembako kepada mahasiswa/i Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Kupang di aula kampus tersebut, Sabtu (19/02/2022).

PI. Elida Hutajulu, S.Th, ketua rombongan sekaligus Mama Gembala Sidang GSJA Imamat Rajani mengungkapkan bingkisan sembako yang diberikan merupakan ungkapan kepedulian, simpati dan empati dari jemaat bagi mahasiswa/i STTII Kupang.

“Bingkisan yang kami beri tidak seberapa namun kami memberi dengan sukacita juga bentuk empati kami terhadap mereka,” katanya.

Menurutnya, GSJA Imamat Rajani adalah jemaat yang baru dirintis dan masih kecil namun memiliki visi misi yang jelas. Salah satu misinya adalah membangun relasi yang luas melalui kunjungan pelayanan dan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Gereja kami kecil dan baru bertumbuh namun keinginan memberi dan berbagi sangat kuat demi misi gereja dan misi pelayanan terwujud. Harapan kami ke depan, kami ingin memberi lebih lagi sehingga banyak orang diberkati lewat pelayanan kami,” jelas Elida.

Sementara itu, Damianus Moruk, M.Th penanggung jawab asrama STTII Kupang yang ditemui di aula kampus tersebut menyambut baik bantuan yang diberikan, pun mengungkapkan rasa sukacita dan terima kasihnya terkait pemberian bingkisan sembako dimaksud.

“Kami merasa senang dan sangat berterima kasih kepada Gembala Sidang dan segenap sidang jemaat GSJA Imamat Rajani yang telah memberikan bantuan sembako kepada mahasiswa dan mahasiswi kami. Tentunya bantuan ini sangat berarti dan dapat meringankan beban mereka akan kebutuhan pokok,” ungkapnya.

Dia menambahkan kampus STTII Kupang beroperasi sejak tahun 2002 dan sudah melaksanakan prosesi wisuda hingga angkatan ke-9 pada tahun 2022 ini. Saat ini, mahasiswa yang ada berjumlah seratus lima puluhan yang berasal dari dalam dan luar NTT.

Dia berharap agar para donatur yang tergerak dalam pelayanan dapat membantu anak- anak mahasiswa STTII yang ada dengan memberikan bantuan agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik.

“Kami berharap agar para donatur di luar sana baik itu pihak gereja, yayasan, perusahaan maupun secara pribadi dapat melirik keberadaan anak-anak kami dengan menyisihkan bantuan bagi mereka. Bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka sehingga mereka bisa berhasil dalam pendidikan dan pelayanan,” pungkasnya. (rnc05)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *