oleh

Ini Kronologi Kasus Penipuan yang Menyeret Finalis Miss Indonesia 2020 Nadia Riwu Kaho

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Sejumlah bukti baru terkuak dari 27 korban penipuan asal Kabupaten Malaka. Bukti-bukti ini kian menegaskan keterlibatan Runner Up 2 Miss Indonesia, Nadia Riwu Kaho dalam kasus penipuan yang merugikan para korban hingga miliaran rupiah.

Dalam konferensi pers di Kupang, Selasa (13/4/2021) malam, korban penipuan atas nama Herman Klau membeberkan kronologi kasus penipuan yang terjadi sejak tahun 2019 ini. Ia juga membuka fakta-fakta baru keterlibatan Miss NTT 2019 Nadia Riwu Kaho.

Iklan Dimonium Air

BACA JUGA: Fakta Baru: Runner Up 2 Miss Indonesia 2020, Nadia Riwu Kaho Terlibat Penipuan, Ini Buktinya

Kepada puluhan awak media, Herman menegaskan melalui kuasa hukumnya ia telah melayangkan somasi kepada Nadia Riwu Kaho dan Vanessa Wijaya Ingga Mariana yang disebut Nadia sebagai karyawati RCTI. Ia memberi deadline 14 hari kepada Nadia dan Ingga untuk mengembalikan uang para korban yang mencapai Rp 621.500.000.

Berikut kronologi kasus penipuan yang melibatkan Nadia dan Ingga:

– Pada tahun 2019, sebelum mengikuti pemilihan Miss NTT, Nadia meminjam uang Rp 25 juta dari Herman Klau dengan bukti kwitansi dan berjanji dikembalikan dalam waktu satu bulan, namun tidak ditepati.

– Pada tahun 2020, setelah menjadi Runner Up 2 Miss Indonesia 2020, Nadia meminjam lagi Rp 30 juta dengan alasan urusan administrasi pengiriman mobil hadiahnya ke Kupang. Nadia mengatakan setelah mobil tiba di Kupang langsung dijual dan uag diganti ditambah bunga 20%. Namun, janji ini tidak ditepati.

– Pada 5 Agustus 2020, Nadia mengirimkan hasil screenshot percapakannya dengan Ingga melalui pesan WA kepada Herman Klau menawarkan sebuah mobil Suzuki Igniz warna merah milik Runner Up I Miss Indonesia 2020 asal Bangka Belitung yang tidak diambil Miss Bangka Belitung karena mahalnya pajak dan ongkos kirim. Ia menawarkan harga Rp 50 juta. Herman pun mentransfer langsung ke rekening BRI atas nama Tenga Araminta Nadia Riwu Kaho.

Baca Juga:  Runner Up 2 Miss Indonesia Nadia Riwu Kaho Dilaporkan ke Polda, Ini Sebabnya

Mulai 12 Agustus 2020 Nadia menawarkan beberapa kendaraan roda dua dan empat untuk memenuhi 4 kloter pengiriman. Kendaraan roda empat yang ditawarkan, yakni Honda Jazz warna putih, Toyota Fortuner G Diesel warna putih, Fortuner G warna abu-abu, Fortuner G warna hitam, Toyota Avanza E warna putih, Avanza G warna hitam, Avanza Veloz warna putih, Innova Reborn warna hitam, Hilux 2.0 pick up warna putih, Fortuner G Diesel warna merah, dan Mitsubishi Pajero Sport warna hitam 18 unit. Sedangkan kendaraan roda dua yang ditawarkan, yakni Yamaha Vixion, Scoopy, Kawasaki KLX 150, dan Honda Beat sebanyak 30 unit.

Nadia dan Ingga mendesak korban harus membeli semua kendaraan untuk memenuhi kuota pengiriman dan alasan cuci gudang RCTI. Korban terpaksa mempromosikan semua kendaraan tersebut kepada keluarga, teman dan kenalan untuk ikut membeli, sehingga total korban mencapai 27 orang.

– Semua transaksi keuangan kendaraan tersebut dikirim ke dua rekening, yaitu rekening Nadia dan ibu Nadia, Rosca Leonita pada BCA karena Nadia beralasan ATM BCA milik ibunya dipegang olehnya dan selanjutnya uang tersebut akan ditransfer ke rekening Ingga.

– Hingga 17 September 2020, total uang yang ditransfer ke rekening Nadia maupun Rosca sebanyak Rp 621.500.000.

– Nadia dan Ingga juga menandatangani kontrak kerjasama di atas meterai yang menyatakan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut akan diterima pembeli di NTT paling lambat 30 Sepember 2020. Jika perjanjian tersebut tidak terlaksana maka uang sudah mereka terima akan dikembalikan kepada korban sebesar dua kali lipat.

– Pada 30 September tidak ada kendaraan yang tiba. Lalu pada 1 Oktober Nadia mengirimkan rekaman suara hasil percakapan Nadia dan Ingga. Dalam rekaman tersebut, Ingga mengatakan kendaraan kloter I dan II posisinya masih di Pelabuhan Mataram menunggu antrean untuk sandar. Sedangkan kloter III dan IV masih di pelabuhan Surabaya dan beberapa hari lagi bertolak ke pelabuhan Atatpupu.

Baca Juga:  Runner Up 2 Miss Indonesia Nadia Riwu Kaho Dilaporkan ke Polda, Ini Sebabnya

– Pada 27 Oktober, Nadia meneruskan pesan WA dari Ingga yang menyatakan bahwa kendaraan kloter I, II, III dan IV tiba di Pelabuhan Tenau Kupang pada 7 November dan tanggal 8 menuju pelabuhan Atapupu.

Janji tinggal janji, seiring waktu kendaraan tersebut tidak ada yang tiba di tangan pembeli. Mulai 14 November 2020, para korban mendesak Nadia dan Ingga untuk segera mengembalikan uang mereka karena janji tidak pernah ditepati.

– Pada 19 November 2020, ibu Nadia, Rosca Leonita mengirimkan pesan kepada Herman untuk diberi kelonggaran waktu 3 hari untuk mengembalikan uang tersebut. Jika tidak dikembalikan silakan melapor ke pihak berwajib.

– Pada 3 Desember, Rosca Leonita mengirim pesan kepada Herman yang menyatakan dirinya sudah mendapat pinjaman di bank dan segera mengganti uang para korban. Ia berjanji mengirim dulu Rp 450 juta hingga Rp 500 juta. Namun, ternyata ini tidak pernah dilakukan.

BACA JUGA: Ini Jawaban Runner Up 2 Miss Indonesia Nadia Riwu Kaho yang Disebut Lakukan Penipuan

Karena tak ada janji yang terealisasi, pada 31 Januari 2021, Herman berangkat ke Jakarta hendak menemui Nadia, Ingga dan pihak RCTI untuk menanyakan kejelasan. Mereka berjanji bertemu pada 5 Februari 2021, pukul 19.00 di Plaza Senayan. Namun pertemuan tidak terjadi karena Nadia beralasan dia sekeluarga terpapar Covid-19 sementara Ingga dan pihak RCTI masih di luar kota.

– Pada 25 Februari 2021, Nadia mengirim pesan kepada Herman bahwa dia siap mengembalikan uang tersebut pada Senin siang, pukul 12.00. Lewat dari itu ia siap diproses.

– Pada 13 April 2021, Herman melayangkan somasi kepada Nadia dan Ingga dengan memberi deadline 14 hari untuk mengembalikan uang para korban. Jika tidak, akan menempuh jalur pidana maupun perdata.

Baca Juga:  Runner Up 2 Miss Indonesia Nadia Riwu Kaho Dilaporkan ke Polda, Ini Sebabnya

“Semua transaksi keuangan ada buktinya. Saya masih pegang buktinya. Jadi kalau bilang Nadia tidak terlibat itu omong kosong. Saya ada buktinya,” tegas Herman.

(rnc)

  • 122
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed