oleh

Wujudkan Impian Petani dan Kelompok Usaha Wanita, GL Finance Indonesia Hadir di Nagekeo

Iklan Covid Walikota Kupang

Mbay, RNC – GL Finance Indonesia (GLFI) adalah perusahaan keuangan dan pembiayaan terkemuka yang resmi ekspansi ke Indonesia pada tahun 2016.

GLFI merupakan anak perusahaan dari Group Lease, sebuah perusahaan yang sahamnya telah tercatat di pasar modal Thailand dengan jaringan di seluruh Asia Tenggara.

Iklan Dimonium Air

Kantor BMI sendiri akan selalu siap untuk setiap pembiayaan barang yang berkualitas dan bernilai tinggi bagi yang membutuhkan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup.

Bersama Membuat Impian (BMI) adalah program pembiayaan/pinjaman yang tersedia untuk masyarakat menengah ke bawah terutama para petani dan bagi para kelompok usaha wanita yang memiliki dan ingin mengembangkan usaha atau ingin memulai usaha dan
tanpa syarat.

Di NTT, BMI sudah mulai berkembang di 3 kabupaten yakni Kabupaten Sikka, Ende dan Ngada. Area Manajer Frans Roberto Sianturi mengatakan GLF Indonesia memiliki kemitraan resmi dengan perusahaan peralatan pertanian terbaik di Indonesia, yaitu Kubota Machinery Indonesia.

“Kami memilih Kubota Machinery Indonesia sebagai mitra resmi kami karena mereka selalu memberikan produk dengan kualitas tinggi, untuk seluruh peralatan pertanian buatan Jepang,” ujarnya.

Frans menjelaskan, GLFI telah bekerja sama dengan banyak agen di seluruh Indonesia untuk menyediakan layanan keuangan untuk semua pelanggan. “Berdasarkan kerjasama ini, GLFI dapat memperluas kegiatan di seluruh Indonesia dan memenuhi sebanyak mungkin klien. Kepuasan pelanggan merupakan prioritas utama bagi GLF Indonesia. Perusahaan Induk dari GL Finance Indonesia adalah Grup Lease PCL perusahaan leasing terkemuka dikutip di Bursa Efek Thailand. Kelompok Lease Umum Company Limited telah menetapkan rencana bisnis jangka panjang untuk menjadi perusahaan pembiayaan terkemuka di ASEAN,” jelas Frans.

BACA JUGA: Inovasi di Bidang Kesehatan, Bupati Nagekeo Resmikan Ambulance PSC 119

Baca Juga:  Kembangkan Pariwisata, BPO Pariwisata LBF Kerja Sama dengan Pemda Nagekeo

Kepala BMI Cabang Mbay, Kabupaten Nagekeo Yulius Kaju saat ditemui RakyatNTT.com di ruang kerjanya, Rabu (14/4) menjelaskan BMI sendiri masuk wilayah NTT pada tahun 2019, yakni di Sikka, Ende dan Ngada. Dan untuk Kabupaten Nagekeo baru pertama kali. Koperasi ini berfokus pada Pertanian. Salah satunya adalah memberikan kemudahan untuk para petani Indonesia. Selain petani, BMI juga memberikan kemudahan bagi kelompok usaha wanita di Indonesia. Menurutnya BMI bukan koperasi.

“BMI sendiri bukan koperasi simpan pinjam. BMI hanya berfokus pada pembiayaan. Artinya kita memberikan pinjaman kepada kelompok tani atau para petani. Jadi berkaitan pemotongan administrasi maupun buku anggota tidak ada. Nah, ketika para petani mau pinjam, tidak ada potongan administrasi. Jadi sifatnya pembiayaan untuk kelompok tani. Bukan simpan pinjam. Untuk bunga pinjaman ini sesuai dengan besar pinjaman. Namun disamping itu kita menggunkan sistem smart. Yang artinya pinjaman tersebut akan dicek di sistem,” ujar Yulius.

Ia mengatakan target BMI GL Finance Indonesia akan berjalan pada bulan April 2021. “Nanti tanggal 19 April ini sudah mulai action dan berjalan. Kita lagi usahakan agar sistem terkoneksi dari pusat berfungsi dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut Yulius mengatakan, untuk plafon pinjaman minimal Rp 1.250.000,00. Dan itu tanpa jaminan. Kemudian maksimal Rp 3.500.000,00 untuk level 1 (satu). Kemudian masuk level 2 (dua) minimal Rp 3.500.000 dan maksimal Rp 5.000.000.

“Lalu yang kita lakukan setelah melakukan pinjaman, para karyawan kita akan melakukan yang namanya analisa kredit. Yang artinya mulai dari Kartu Keluarga, survei guna mengecek kebenaran apakah dia benar-benar warga di sini atau sifatnya sementara. Lalu di lihat juga kepemilikan rumah,” kata Yulius.

Baca Juga:  Tingkatkan SDM di Sektor Peternakan, Pemkab Nagekeo Latih Pendamping Desa

Ia mengatakan BMI akan fokus ke setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Nagekeo. “Kali ini kita fokus dulu di Kecamatan Aesesa. Karena di situ ada desa dan kelurahan yang akan kita utamakan. Seiring berjalannya waktu, muda-mudahan planning kita berjalan baik sesuai harapan,” katanya.

Karena lebih fokus ke pertanian, harapannya adalah bisa memberikan kontribusi untuk para petani, khususnya di Kabupaten Nagekeo. “Misi kami bisa membuat impian masyarakat Nagekeo terwujud dalam pemberian pelayanan kepada mereka,” pungkas Yulius.

(rnc15)

  • 131
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed