Kemkominfo Pertunra di Mbay, Bupati Don: Nagekeo The Heart of Flores

Nagekeodibaca 269 kali

Mbay, RNC - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar Pertunjukan Rakyat (Pertunra) secara hybrid di Kantor Bupati Nagekeo, Kamis (7/4/2026). Kegiatan tersebut lanjutan dan sebagai bentuk komitmen Kominfo dalam mempersiapkan penggunaan TV digital di seluruh Indonesia. Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do, M.Kes, dalam sambutanya mengatakan, digital merupakan salah satu dari kebutuhan dasar saat ini. Digital menjadi salah satu kecakapan yang harus dikuasai masyarakat Indonesia. Sehingga dengan demikian, bisa bersaing di level Asean maupun dunia.

Bupati Don menjelaskan, Nagekeo saat ini mendapatkan peluang untuk mulai migrasi dari TV Analog ke TV Digital. Keadaan ini sebagai sebuah bentuk nyata dari kemajuan literasi dasar, selain dari literasi lainnya. “Literasi digital ini menentukan kita, agar dunia mengenal Nagekeo, baik manusia, alam, budaya dan produk budayanya,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui pertunra yang dipilih Kemenkominfo, ia berharap ke depan masyarakat dapat mengembangkan diri dalam memperkenalkan Kabupaten Nagekeo. Masyarakat dapat memperkenalkan budayanya, produk - produk UMKM agar bisa bersaing dalam dunia pariwisata yang sedang berkembang di Indonesia, di Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, secara khusus di Flores - Lembata.

Bupati Don mengajak, melalui era digital yang sudah di depan mata, masyarakat bisa mempersiapkan diri, mengembangkan diri dan mewartakan ini kepada semua orang melalui jejaring yang ada. “Agar kita siap menggunakan sarana teknologi informasi dan komunikasi yang tersedia ini, untuk memperkenalkan segala yang ada di Nagekeo. Dan, pada saatnya kita dapat mewujudkan Nagekeo The Heart of Flores.”

Sementara Kadis Kominfo Nagekeo, Drs. Dona Andreas Korsini (Ande), dalam pemaparannya mengatakan, siaran TV Digital adalah siaran TV yang ditangkap dengan UHF (ultra high frequency). Bukan streaming internet serta bukan televisi berlangganan yang menggunakan satelit atau pun kabel. Siarannya Gratis, tidak perlu kuota internet atau biaya langganan.

Sedangkan Muhamad Reza, anggota Komisioner KPI Pusat, mengatakan peran KPI pada pengawasan konten, yaitu memelihara tatanan informasi nasional yang adil, merata dan seimbang. Kemudian menampung, meneliti dan menindaklanjuti aduan, sanggahan serta kritik dan apresiasi masyarakat terhadap penyelenggaraan penyiaran. Lalu, melakukan pengembangan SDM yang menjamin profesionalitas di bidang penyiaran. Hal senada juga disampaikan Selvianto Mana Tappi, praktisi media di Nagekeo. Menurutnya, TV Digital bukan TV dengan parabola. Ia menjelaskan, pada siaran TV Digital satu saluran bisa kita nikmati dengan banyak tayangan. (rnc23)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *