oleh

Kontraktor Pohon Bantah Isu Perusahaan Fiktif, Siap Rawat Pohon hingga April 2021

Kupang, RNC – Direktur PT. Karya Fensia Jaya Mandiri, Haryadi S.T menepis isu miring yang menyatakan perusahaannya adalah bodong. Ia mengatakan tidak benar kalau perusahaannya fiktif.

Kepada awak media di Jao Coffee, Minggu (18/10/2020) malam, Haryadi menjelaskan perusahaannya sudah lama berdiri dan beroperasi di Provinsi NTT, khususnya Kota Kupang. Kantor perusahaannya beralamat di Jalan Sejahtera I, RT 16/RW 10, Kelurahan Liliba, Kota Kupang. Lebih jelasnya bisa diketahui lewat website indokontraktor.com. “Jadi kalau cari di Oesapa Selatan itu nggak ketemu,” katanya.

Ia juga menyampaikan, terkait informasi miring bahwa PT tersebut fiktif, ia mengungkapkan tudingan ini sangat berpengaruh pada kredibilitas perusahaan yang telah dipercayai oleh berbagai pemerintah daerah di NTT. “Masalahnya begini sekarang ini kita lelang itu, kalau ada informasi negatif terhadap perusahaan kita, itu nanti dipertanyakan sama panitia. Kita ini modalnya kepercayaan,” ungkapnya.

Sedangkan terkait proses penanaman pohon yang sedang berjalan dengan anggaran senilai Rp 2,9 miliar di Kota Kupang, ia menjelaskan bahwa dalam kontrak telah disepakati bahwa yang dibayar adalah pohon yang hidup. “Saat ini masih dalam penanaman sehingga kita masih ada waktu sampai PHO,” ujarnya.

BACA JUGA: Sukseskan GKH, Pakar Rekomendasikan Tanam Pohon bukan Anakan

Setelah PHO, masih ada waktu 6 bulan masa perawatan yakni sampai April 2021. Ada anggaran sebesar 5% dari nilai kontrak yang disimpan di bank. “Misalnya masih ada (pohon) yang mati, itu masih tanggung jawab kita, karena masih ada dana yang disisakan 5%. Kalaupun nanti kita tidak lakukan, nanti ada PPK yang akan cairkan dan melakukan itu,” jelasnya.

Ia menegaskan akan terus menjaga kepercayaan dari Pemkot, serta tetap bertanggung jawab menyelesaikan tugasnya di masa perawatan untuk merawat pohon-pohon tersebut. Menurutnya, program tanam pohon ini adalah gerakan global yang sudah seharunya dilakukan dari Kota Kupang sehingga ke depan kota ini akan tetap asri dan nyaman.

“Saya termasuk orang yang mencintai tanaman juga, sehingga program ini adalah impian saya juga sebagai warga kota. Ini harus menjadi gerakan bersama,” kata Haryadi. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed