oleh

Kebutuhan Dispendukcapil Kota Kupang Sudah Dipenuhi DPRD untuk 2021

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Anggota DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli angkat bicara soal polemik habisnya ribbon (tinta) dan film untuk pencetakan e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang.

Kepada RakyatNTT.com, Selasa (13/7/2021) petang, Adrianus menyampaikan pada prinsipnya pembahasan badan anggaran (Banggar) DPRD Kota Kupang terkait anggaran murni tahun 2021 telah dilaksanakan sesuai mekanisme. Semua hal yang menjadi kebutuhan Dispendukcapil Kota Kupang telah dipenuhi Banggar. Pemerintah dengan kewenangannya telah mengajukan sejumlah program dan disetujui oleh DPRD.

Iklan Dimonium Air

“Pada saat anggaran murni itu kan kami sudah siapkan anggarannya. Kami tidak bisa prediksi masyarakat yang datang. Tetapi kan animo masyarakat sangat tinggi, sehingga blankonya ada dan ribbon (tinta) dan film habis,” kata politisi PDIP ini.

Adi-sapaan akrab Ketua Fraksi PDIP ini menyampaikan, kondisi tersebut juga telah diketahui saat Plt. Kepala Dinas Dukcapil, Agus Ririmase memberikan keterangan saat sidang LKPJ Wali Kota Tahun 2020 Juni lalu.

“Pak Kadis kan bilang dalam waktu dua minggu diprediksi bahwa ribbon dan kertas, film ini habis sehingga kami mendorong Pemerintah untuk segera mengusulkan anggaran mendahului guna proses pembelian ribbon dan film,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, sebagai jalan keluar agar layanan tetap berjalan, sebaiknya Pemerintah Kota Kupang melalui TAPD segera merencanakan kebutuhan tersebut sehingga dapat diakomodir dalam penggunaan anggaran mendahului.

“Karena anggaran ini belum ada di APBD murni maka mekanismenya itu ada pada pemerintah mengusulkan anggaran mendahului,” harapnya.

Hal yang sama juga diutarakan Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Yuvensius Tukung. Ia menyampaikan sebagai dewan yang bermitra langsung dengan Dispendukcapil, seluruh anggota Komisi telah memberikan catatan yang mendorong agar terpenuhnya kebutuhan dari dinas tersebut menjalankan layanan.

Baca Juga:  Hati-hati! Sudah 23 Kelurahan di Kota Kupang Masuk Zona Merah Covid-19

Yuven menambahkan, polemik di Dispendukcapil menjadi sebuah keprihatinan. Oleh karena itu, apabila ribbon dan film yang habis, seharusnya Pemerintah Kota Kupang segera mengalokasikan pada anggaran mendahului untuk mengadakan 2 bahan tersebut.

“Ini basis utama kita adalah kan KTP, ini menjadi mutlak, karena itu sebagai mitranya Dukcapil saya merasa prihatin,” katanya.

Dengan demikian, sebagai wakil rakyat maka akan membangun koordinasi dengan 3 pimpinan DPRD agar ke depannya dapat menerima pengajuan anggaran mendahului yang dikhusukan untuk menyelesaikan persoalan layanan e-KTP. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed