oleh

Kuasa Hukum Randy Badjideh Kalah Prapid, Duga DPD KAI NTT Terlibat

Kupang, RNC – Advokad NTT yang juga menjadi kuasa hukum tersangka Randy Badjideh, Yance Thobias Mesah yang ditersangkakan Polres Kupang karena diduga melakukan pencemaran nama baik seorang anggota polisi, kembali angkat bicara. Ia menduga ada keterlibatan DPD KAI NTT, sehingga upaya praperadilannya ditolak oleh Pengadilan Negeri Oelamasi.

Kepada RakyatNTT.com, Senin (14/3/2022) malam, Yance yang juga merupakan Koordinator Tim Kuasa Hukum Randy Badjideh ini, menyampaikan putusan PN Oelamasi yang menolak pengajuan praperadilannya atas penetapan status tersangka dirinya belum formil. Ia siap membuktikan semua tuduhan tentang pencemaran nama baik adalah tidak benar dalam persidangan nanti.

Ia mengatakan Polres Kupang telah menetapkan Pasal 310 KUHP dan ada tambahan pasal 311 KUHP yang dinilainya hanya diada-adakan Polres. Alasannya, pasal itu menerangkan tentang penghinaan yang dilakukan dengan surat. Faktanya hal itu tidak dilakukan dirinya. “Sementara 311 ini mengatur tentang penghinaan lewat surat sementara beta ngomong ke Kapolsek itu tanpa ada surat. Itu pasal yang dibuat-buat bagi beta,” ungkapnya.
Ia pun menerima putusan Pengadilan Negeri Oelamasi, walaupun dalam formil putusan menerangkan bahwa Polres Kupang sudah bersurat kepada DPD Kongres Advokad Indonesia (KAI) NTT, namun tidak ada balasan.

Terkait sikap DPD KAI NTT tersebut, menurut Yance, ada yang kurang beres dengan organisasi itu. Pasalnya, KAI seharusnya bersikap tegas atas Undang-Undang Advokad yang melindungi seorang advokad, baik di persidangan maupun di luar persidangan, apalagi dirinya adalah anggota KAI di NTT.

“Itu namanya organisasi tidak mengerti apa namanya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) suatu organisasi. Atau ada sesuatu yang kurang beres di itu, untuk sengaja menjebak beta, tapi beta adalah seorang advokad yang tidak dapat dipidana,” jelasnya.

Yance juga menegaskan, ia siap menghadapi persidangan terkait kasusnya itu. Oleh karena itu, Polres diharap segera menaikkan kasusnya ke Pengadilan, sehingga ia bisa membuktikan hal yang benar di hadapan hakim. “Jadi bagi beta Pasal 310 kan ancamannya 9 bulan jadi yah kasih naik sudah, katong (kita) bakuambil di sidang sudahlah,” jelasnya.

Terpisah, Ketua DPD KAI NTT, Fredrik Jaha yang dikonfirmasi RakyatNTT.com, enggan bicara terkait kasus tersebut. Ia menegaskan Yance Thobias Mesah masih sebagai Anggota KAI. Namun, untuk kehadiran DPD KAI dalam menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi anggotanya, Fredrik menyebut hal itu belum bisa ditanggapi. Pasalnya, harus melalui suatu mekanisme organiasi.

Bahkan, terkait dengan pernyataan Thobias Mesah yang menduga DPD ikut bermain, sehingga pengajuan praperadilan ditolak Pengadilan, Fredik mengatakan itu merupakan sikap Thobias.
“Itu dia punya urusan yang harus dia hadapi. Harus ada mekanisme. Kita harus berembuk. Tidak segampang itu kita mengeluarkan statemen. Belum saatnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Yanche Thobias Mesah ditetapkan sebagai tersangka pada Januari 2022 lalu, karena melakukan pencemaran nama baik terhadap seorang anggota polisi pada Juli 2020.

(rnc04)

Download Apps RakyatNTT.com sekarang di https://rakyatntt.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *