Kupang, RNC - “Pendidikan adalah investasi masa depan yang paling utama dan paling penting. Mengikuti pendidikan formal di sekolah bukan hanya sekedar untuk mendapatkan ijazah, tetapi lebih dari itu, menempuh pendidikan formal di sekolah adalah untuk menata kehidupan masa depan yang lebih baik dari hari kemarin dan hari ini,” demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3PAP2KB) Provinsi Nusa Tenggara Timur, diwakili oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak (PKA), France Abedengo Tiran, SS, saat hadir sebagai pemateri tamu dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Kristen Mercusuar Kota Kupang, yang dilaksanakan pada Kamis (18/7/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 5 Gedung SMA Kristen Mercusuar di Jalan E. R. Herewila, Nomor 52 Naikoten II Kota Kupang. France Abednego Tiran menyampaikan setiap anak perlu dididik bahwa sekolah bukan hanya dengan menempuh pendidikan formal saja, tetapi sekolah sebenarnya berlaku di sepanjang kehidupan manusia.
Menurutnya memanusiakan manusia adalah bagaimana mencetak generasi yang tidak saja sehat secara jasmani, tetapi juga secara rohani, sehingga kelak ia dapat menjadi pemimpin yang berkarakter unggul, karena kecerdasan yang dimiliki harus disertai dengan attitude yang baik pula.
Lebih lanjut, dalam penyajian materi tentang Lingkungan Belajar Inklusif Berkebhinekaan dan Aman bagi Lingkungan Sekolah, France Tiran mengatakan bahwa inklusi merupakan sebuah proses yang memastikan bahwa setiap orang harus dihargai dan dihormati sebagai individu dengan tidak mempermasalahkan latar belakangnya.
Materi yang disampaikan oleh France Tiran bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi baru di tahun ajaran 2026/2026 tentang Lingkungan Belajar Inklusif Berkebhinekaan dan Aman bagi Lingkungan Sekolah, juga sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak diskriminasi, intoleransi dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Dalam penyampaian materinya, France Tiran mengingatkan kepada 126 peserta didik baru SMA Kristen Mercusuar bahwa Negara Indonesia memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetap satu jua, harus mengispirasi kehidupan siswa-siswi saat menempuh pendidikan di sekolah tersebut, dan juga harus terinternalisasi dalam kehidupan sosial mereka.
“Di mana pun kaki dipijak di Indonesia ini, jangan pernah saling membeda-bedakan dengan alasan apapun karena setiap individu berhak atas hidup dan pilihan merekan sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa harus memupuk nilai-nilai toleransi yang tinggi di tengah keberagaman. Toleransi menjadi kata kunci utama yang harus ditanamkan dan menjadi nilai aspek paling tinggi dalam aspek kemanusiaan, dengan saling menghargai dapat menciptakan lingkungan sekolah yang sejahtera.
Langkah kecil yang bisa dilakukan ialah berteman tanpa memandang bulu atau latar belakang kehidupan teman lain. “Dengan begitu artinya kalian mengahargai keberagaman yang ada di lingkungan sekolah,” kata France Tiran pada kegiatan yang dipandu oleh moderator, Desy Kamlasi yang adalah Guru Geografi pada SMK Kristen Mercusuar Kupang.
Ia juga menguraikan setiap anak berhak atas keberlangsungan hidup, bertumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, dimana hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28B ayat 2.
“Bagi siapapun yang melakukan tindak kekerasan terhadap anak, maka akan mendapatkan sanksi hukum sesuai dengan jenis kekerasan yang dilakukan, karena tersebut sudah termuat dalam Undang-Undang Perlindungan Anak tentang adanya pemberatan pelaku kejahatan terhadap anak,” jelas France.
Ia mengingatkan jika anak-anak mendapatkan perlakuan kekerasan, jangan pernah takut untuk melaporkan ke aparat penegak hukum atau ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P3AP2KB Provinsi NTT, dan bisa juga menelpon ke SAPA 129.
France Tiran juga mengatakan bahwa sanksi hukum patut diberikan untuk memberi efek jera dan mengantisipasi pelaku kejahatan di kemudian hari tidak menjadi pelaku kejahatan yang sama. Tindak kekerasan dapat terjadi dimana saja, salah satunya di lingkungan sekolah sebab itu perlu diantisipasi sedini mungkin karena dampaknya cukup besar bagi perkembangan psikis anak-anak.
Kegiatan MPLS SMA Kristen Mercusuar, dengan tema “Take Your Talents to be the Top,” berlangsung selama 3 hari, terhitung mulai hari Rabu, 17 Juli 2026 sebagai pra-MPLS dan dilanjutkan Kamis, 18 Juli 2026 sampai dengan Jumat, 19 Juli 2026. Dengan menghadirkan beberapa narasumber dari pihak eksternal sekolah, seperti dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3PAP2KB) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Badan Narkotika Nasional Kota Kupang.
Saat menyampaikan materi, Kabid Perlindungan Khusus Anak didampingi oleh Japlina A. Lay, selaku Analis Kebijakan Ahli Muda, dan Apriani D. Lay selaku Pengadministasi Persuratan Bidang PKA DP3AP2KB Provinsi NTT, serta mahasiswi magang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana Kupang, Petronela Ngama. Dan kehadiran Tim DP3AP2KB Provinsi NTT disambut baik oleh Dulce A. Batukh S.pd, Gr. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, SMA Kristen Mercusuar Kupang.
Setelah penyampaian materi diselingi pemutaran video motivasi dan melakukan perenggangan icebreaking kepada peserta dilanjutkan dengan kuis seputar materi yang telah dijelaskan, dan bagi siswa-siswi yang berhasil menjawab dengan benar, diberikan hadiah berupa pernak-pernik menarik, yang dipandu oleh Japlina A. Lay. Hal ini sebagai salah satu bentuk apresiasi atas keberanian dan daya ingat siswa/siswi yang baik.
Selain memberikan edukasi kepada siswa/i peserta MPLS terkait Lingkungan Belajar Inklusif di Sekolah, Dinas P3AP2KB Provinsi NTT juga menyumbangkan 3 seri buku Kepemimpinan OUT OF THE BOX Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Timur masa jabatan 2018-2023.
Buku seri Out of The Box tersebut berisi dedikasi dan karya yang telah diukir oleh Viktor Bungtilu Laiskodat sepanjang 2 tahun kepemimpinan, 4 tahun kepemimpinan dan 5 tahun sebanyak 2 buah dan 2 buah buku berjudul Sisi Lain VBL. Buku-buku ini diserahkan oleh Kabid PKA Dinas P3AP2KB Provinsi NTT, France Abedengo Tiran, SS kepada Desy N. C. Kamlasi, S.pd selaku guru mata pelajaran Geografi yang ditandai juga dengan penandatangan Berita Acara Penyerahan Buku. (*/rnc)
Ikuti berita terkini dan terlengkap di WhatsApp Channel RakyatNTT.com





