oleh

Nasib Jalan Mnelafau Digantung Pemkab-DPRD TTS, Ini Alasannya

So’E, RNC – Perbaikan jalan Mnelafau yang menghubungkan Desa Nulle-Kecamatan Amanuban Barat, Kelurahan Kobekamusa-Kecamatan Kota SoE dan Desa Enoneontes-Kecamatan Kuatnana hingga kini masih menunggu kepastian dari Pemerintah Kabupaten TTS.

Kondisi jalan pengerasan yang dibangun sejak tahun 1980-an ini, saat ini mulai memprihatinkan. Badan jalan mulai rusak dan berlubang. Warga sekitar pun berharap Pemerintah bisa segera memperbaiki jalan itu.

Kepada RakyatNTT.com, Sabtu (26/12/2020) malam, Plt. Kepala Dinas PU Kabupaten TTS, Martelens Lui menjelaskan perbaikan jalan Mnelafau belum pasti dikerjakan tahun 2021. Pasalnya, ada rasionalisasi anggaran dari APBD 2021. “2021 itu kan ada rasionalisasi anggaran jadi tidak mungkin masuk juga,” katanya.

Menurutnya, dalam dokumen Musrenbang, rencana kegiatan itu sudah dimasukkan. Namun terjadi rasionalisasi anggaran, maka jalan tersebut sulit untuk dikerjakan. Yang terakomodir adalah jalan Tanah Mera di Desa Nulle.

“Intinya semua masuk dalam usulan, tapi ini kan kita sudah mau dekat dalam musrembang bulan januari ini, semua masyarakat TTS pada mengusulkan jalan habis. Semua penting tapi tergantung anggaran yang tersedia. Kita unsur pelaksana ada uang pasti kita kerja,” ungkapnya.

BACA JUGA: Jembatan Termanu Segera Diperbaiki, Anggaran Rp 20 Miliar

Plt. Kadis PU yang akrab disapa Lens ini menjelaskan, janji Bupati TTS Epy Tahun kepada warga setempat untuk memperbaiki jalan tersebut, namun baru bisa dikerjakan pada tahun 2022. “Beliau bilang selama kepemimpinan beliau pasti akan dijalankan. Kami mau semua jalan di TTS ini baik. Namun kembali dari dana lagi,” tuturnya.

Di tempat berbeda, Ketua Komisi I DPRD TTS Uksam Selan mengatakan saat ini komitmen pembangunan jalan di TTS sudah meningkat dengan jenis hotmix HRS. Oleh karena itu, dibutukan dana yang cukup besar untuk membangun jalan.

Ia mengungkapkan dari dokumen reses dan Musrenbang, DPRD telah mengusulkan jalan Mnelafau walaupun belum ada perencanaan teknis. Namun jalan yang masuk wilayah daerah pemilihannya ini patut diprioritaskan bila Pemkab memiliki anggaran yang cukup melalui WTP Rp 50 miliar nanti di tahun 2021. “Nah kami juga berharap kalau ada WTP Rp 50 mmiliar, nah itu salah satu masuk sudah. Kami di dokumen perencanaan dalam musrenbang sudah ada, tapi kalau perencanaan teknis memang belum ada. Sisi perencanaan kegiatan itu sudah ada. Itu sudah masuk,” katanya.

Menurut Uksam, akses jalan Mnelafau sangat penting, sebab sejak dibangun dan ditingkatkan pengerasan pada tahun 2012 lalu sampai saat ini belum mendapat perhatian. “Karena komit itu maka kita sudah dorong untuk masuk APBD, sehingga itu sudah harus. Kok jalan-jalan di kampung sudah kita hotmix beberapa titik. Apalagi jalan yang di dalam kota, sudah wajib,” pungkasnya. (rnc04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed