Lewoleba, RNC - Laga final ETMC XXXI Lembata harus diakhiri dengan adu penalti. Persebata vs Perse dalam waktu 120 menit bermain imbang 2-2. Dalam babak perpanjangan waktu 2×15 menit, tak ada gol tercipta.
Adu penalti ini menjadi spesial bagi tim Persebata karena sebelumnya telah menghabisi tiga tim di babak 16 besar, 8 besar dan semifinal melalui adu tendangan penalti. Laga final ini menjadi adu penalti keempat Persebata.
Jalannya Pertandingan
Pada kick off babak pertama, di menit-menit awal Persebata mengambil inisiatif untuk melakukan serangan. Dimotori Cesar dan Luis, Persebata berusaha menggempur lini pertahanan Perse Ende. Namun, serangan tim Laskar Bumi Sembur Paus-julukan Persebata berhasil dipatahkan oleh pemain bertahan Perse Ende.
Keasyikan menyerang justru menjadi petaka bagi tim tuan rumah. Pasalnya, counter attack cepat yang dilakukan Laskar Kelimutu berhasil menciptakan gol yang dilesakkan oleh striker Cahya Dwi Permana pada menit ke-7. Kedudukan 1-0 untuk keunggulan Perse Ende.
Beberapa menit sesudahnya, memanfaatkan rapuhnya lini pertahanan Persebata, counter attack cepat yang dimotori kapten tim, Ade Aba, Perse Ende berhasil memperlebar keunggulan menjadi 2-0, melalui gol yang diciptakan oleh Alfian Ibrahim.
Tertinggal 0-2 dari tim tamu, membuat tim tuan rumah Persebata semakin meningkatkan intensitas serangan. Alhasil, Persebata berhasil mendapatkan hadiah penalti oleh wasit setelah pemain Persebata yang mengenakan jersey bernomor punggung 15 dijatuhkan oleh pemain bertahan Perse Ende.
Asten, yang mengenakan kostum bernomor punggung 87 yang dipercaya sebagai eksekutor dari titik penalti sukses menjalankan tugasnya. Bola hasil sepakannya berhasil menggetarkan gawang Perse. Berkat gol balasan ini, kedudukan berubah menjadi 1-2.
Kendati kedua tim sama-sama saling menyerang, namun tak ada gol lainnya yang berhasil tercipta hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan.
Memasuki babak kedua, Persebata mulai melancarkan serangan dari sayap kiri. Kesempatan pertama didapat ketika sepak pojok. Namun, bola yang dilesakkan pemain Persebata yang mengarah ke jantung pertahanan Perse Ende berhasil diantisipasi secara baik oleh pemain bertahan Perse Ende. Kendati lini bertahan Perse Ende tampil apik dan solid, namun tak mematahkan tim tuan rumah Persebata untuk melancarkan serangan.
Serangan demi serangan yang dibangun tuan rumah belum mampu menciptakan gol tambahan. Memasuki paruh babak kedua, tensi permainan semakin tinggi. Tak ayal, terjadi pelanggaran yang dilakukan pemain kedua kesebelasan. Walau demikian, Persebata yang tertinggal 1-2 dari Perse Ende, semakin meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Tak ada satu pun pemain Persebata yang menciptakan gol tambahan.
Serangakaian serangan yang dilancarkan oleh anak asuhan head coach, Hasan Wahar akhirnya membuahkan hasil setelah pemain Persebata berhasil menciptakan gol balasan ketika mendapat free kick dari jarak sekitar 30 meter dari area kotak 16. Kedudukan berubah menjadi 2-2 hingga babak kedua berakhir.
Babak perpanjangan waktu 2×15 menit berlangsung dalam tempo tinggi. Saling serang kedua tim terus terjadi. Beberapa peluang didapat kedua tim namun tidak berhasil tercipta gol. Hingga babak kedua 2×15 menit selesai, kedudukan tetap 2-2. (rnc27)
Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com



















Komentar