oleh

Sidang di MK, Orient Riwu Kore Tegaskan Dirinya WNI

Iklan Demokrat

Jakarta, RNC – Bupati Terpilih Kabupaten Sabu Raijua, NTT Orient P. Riwu Kore menegaskan, dia adalah warga negara Indonesia. Hal ini disampaikan Orient yang hadir secara daring kepada hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang perkara Nomor 135/PHP.BUP-XIX/2021 tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2020 yang disiarkan lewat channel YouTube MK, Senin (29/3/2021).

“Saya yakin saya warga negara Indonesia,” ujar Orient kepada Hakim Konstitusi Saldi Isra dalam sidang tersebut.

Iklan Dimonium Air

Orient mengatakan demikian ketika ditanya oleh Saldi terkait klarifikasi dari KPU Sabu Raijua soal isu kewarganegaraan ganda. Orient mengakui tidak pernah sama sekali KPU meminta klarifikasi soal isu kewarganegaraan ganda tersebut karena yakin bahwa dirinya adalah WNI.

“Pak Orient dengar yah, pernah enggak dipanggil KPU soal isu kewarganegaraan itu?” tanya Saldi.

“Tidak pernah Yang Mulia, karena saya yakin saat itu saya warga negara Indonesia,” jawab Orient.

Sementara itu, kuasa hukum Orient yang hadir secara luring, Yodben Silitonga menegaskan, kliennya adalah warga negara Indonesia, yang sejak lahir sudah merupakan negara Indonesia dan tidak pernah putus. Orient merupakan warga negara Indonesia yang lahir di Kupang, NTT pada 7 Oktober 1965 dari ayah dan ibu asli Kupang, NTT. Orient juga sekolah dari SD hingga kuliah di Kupang, NTT dan memiliki paspor Indonesia.

BACA JUGA: Orient Riwu Kore Tegaskan Dirinya Tidak Pernah Lepas Status WNI

“Berdasarkan hal tersebut, Orient Riwu Kore yang lahir dari ayah dan ibu orang Indonesia asli, memiliki KTP dan paspor Indonesia aktif, maka secara de facto dan de jure adalah warga negara Indonesia,” tandas Silitonga.

Lebih lanjut, Silitonga menyatakan Orient adalah putra asli Indonesia yang tidak pernah kehilangan kewarganegaraannya. Berdasarkan asas kewarganegaraan yang dianut Indonesia, maka kewarganegaraan Orient adalah berdasarkan garis keturunan.

Baca Juga:  Mencari Ikan, Seorang Nelayan di Sabu Raijua Dilaporkan Hilang

“Ia tidak pernah pula mengajukan pelepasan kewarganegaraan Indonesia dan tidak ada pelaporan resmi terkait kewarganegaraan gandanya. Adapun perolehan kewarganegaraan Amerika Serikat yang dinyatakan itu adalah pemenuhan syarat administrasi untuk kebutuhan pekerjaan saja. Adapun surat keterangan dari Kedutaan AS di Jakarta itu bukanlah bukti untuk status kewarganegaraan karena hanya berpedoman pada kepemilikan paspor saja,” pungkas Yodben. (*/rnc)

  • 1K
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed