oleh

Siswa SD dari Daerah Terpencil Ini Juara I Lomba Puisi Tingkat Kabupaten Nagekeo

Iklan Demokrat

Mbay, RNC – Delfisius Ngamba, pelajar SD Nuasele, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo berhasil meraih juara I lomba baca puisi pada acara Penganugerahaan Juara Lomba Suara Untuk Nagekeo 14 di Aula Setda Nagekeo, Jumat (12/3/2021).

SD Nuasele merupakan sekolah yang berada di pelosok terpencil. Untuk mengirim karyanya, siswa ini dibantu para gurunya mencari signal internet. Pada hari penganugerahan, ia berhasil meraih juara I dan berhak atas hadiah sebuah sepeda gunung.

Iklan Dimonium Air

“Sangat senang bisa dapat sepeda. Saya berlatih baca puisi selama satu bulan. Di sana untuk kirim oleh guru harus cari signal internet,” ungkap Delfisius.

Acara yang diinisiasi oleh Perhimpunan Peduli Pendidikan Nagekeo (P3N) ini terdiri dari para jurnalis, videografer, penyiar radio Suara Nagekeo, LSM dan sejumlah PNS, arsitek, dan desainer, telah berlangsung sejak akhir Desember 2020. Acara ini diisi dengan kegiatan berupa lomba puisi, pidato Bahasa Inggris, lomba iklan layanan masyarakat untuk para pelajar SD, SMP/MTS serta lomba mendongeng untuk para guru/ tutor PAUD/TK/RA.

Lomba dikuti oleh 103 peserta dengan karyanya dari ada 7 kecamatan di Nagekeo. Total hadiah mencapai Rp 20 juta yang dikumpulkan dari para pendonor seperti Bupati, LSM WVI dan Plan Indonesia serta para pendonor simpatisan peduli pendidikan di Nagekeo. Hadiah untuk para pemenang di antaranya 2 buah sepeda, alat rekam serta uang tunai.

BACA JUGA: Bupati Nagekeo Serahkan Piagam Penghargaan untuk Peserta Lomba HUT Nagekeo

Pada ajang yang pertama kali dilaksanakan ini para pemenangnya, yakni untuk Kategori Lomba Cipta Iklan Layanan Masyarakat Tingkat SMP/MTs, Juara I Team 2 SMPN 4 Boawae, Juara II Team B SMPS Hanura, dan Juara III SMPN 3 Boawae.

Kategori lomba pidato Bahasa Inggris Tingkat SMP/MTs, juara I Caroline Seda Tayo (SMPK St. Teresia Danga), juara II Maria Roswinda Nanga Meze (SMPN 3 Boawae), dan juara III Margaretha Christiani Vanesa (SMPK St. Teresia Danga).

Kategori lomba puisi, juara I Delfius Ngamba (SDN Nuasele), juara II Beatrix Imakulata Bu’u (SDK St. Stefanus Nangadhero), dan juara III Eufrasia Claudia (SDI Marapokot).

Sedangkan kategori lomba mendongeng, juara I Antonia Yohanista Kade (Guru Tk. St. Teresia Danga), juara II Maria Lusia Daso Werat (Guru TK Pembina Aesesa), dan juara III Ellesa M. Teti Soge (Guru TK Pembina Aesesa).

Para juri dalam lomba ini berasal dari para dosen, pihak LSM dan jurnalis Media Indonesia-Metro TV.

Menurut ketua pelaksana lomba, Yanto Mana Tappi, lomba ini sebenarnya lahir dari spontanitas kawan-kawan komunitas yang ingin memajukan literasi di Kabupaten Nagekeo. Selain itu, dengan lomba ini para siswa beradaptasi menerima kemajuan teknologi. Pengumpulan karya tulis pun dilakukan secara digital memanfaatkan smartphone dan ketersediaan internet.

“Apalagi, di masa ini pendidikan terasa sempit dihimpit pandemi covid-19. Untuk itu, seruan kita inovasi dan kreatifitas harus tetap hidup! Ini sebuah gerakan spontanitas dari orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Jumlahnya tidak banyak, tapi ambisinya besar,” katanya.

Menurut Yanto, munculnya P3N sebenarnya dimulai dari ide tentang keinginan adanya lomba pengembangan literasi pendidikan di kalangan pelajar dan guru. Metode lomba dibuat agar dengan mudah dan cepat untuk menjangkau daya serap para siswa maupun guru di lingkungan pendidikannya masing-masing. Apalagi di masa pandemi saat ini, kita memiliki batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar.

“Harapan kami, semoga P3N bisa menjadi inspirasi atau triger bagi komunitas-komunitas yang peduli kepada pengembangan dunia literasi. Kami hanya ingin membuat orang kecanduan untuk memajukan pendidikan di Nagekeo. Kami hanyalah sosok yang bekerja. Kami sepakat untuk tidak pernah lahir, karena sesuatu yang lahir tidak mungkin akan mati,” pungkasnya.

Sedangkan Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do yang menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba berharap kepala perangkat daerah ikut mendorong pembangunan sebagaimana yang sudah mulai dilakukan oleh P3N.

Menurut Don, perlu untuk mendorong pendidikan di Nagekeo dengan menyiapkan anak atau warga agar bisa mencapai puncak prestasinya dengan bakatnya masing-masing.

“Ini adalah tantangan. Saya sangat berharap. Ini pekerjaan yang bisa dibaiayai oleh APBD. Selama ini kita tidak hitung P3N yang ada di dekat kita. Kita perlu melihat mitra-mitra strategis yang ada di dekat kita. Kita terlalu melihat keluar yang jauh,” ungkap Don.

Don melanjutkan pagelaran lomba yang dilakukan hari ini adalah seperti disrupsi dalam cara bekerja. Ada cara-cara kreatif yang bisa menembus ruang baru. “Kreativitas kita ada kalau kita diganggu. Hari ini kita diganggu. Saya sangat berterima kasih pada P3N yang telah mengganggu kita,” pungkas Don. (rnc15)

  • 317
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed