Lewoleba, RNC - Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur meminta maaf kepada pemerintah Kabupaten Lembata dan masyarakat Lembata terkait kericuhan yang terjadi di Stadion Gelora 99 saat laga Perse Ende vs Perseftim Flores Timur di perempat final ETMC XXXI/Porprov 2022.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Flotim, saya menyampaikan rasa penyesalan atas kejadian tersebut dan permohonan maaf kepada semua pihak atas ketidaknyamanan yang terjadi. Secara khusus, kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Lembata, saya juga menyampaikan permohonan maaf,” ungkap Penjabat Bupati Flotim, Drs. Doris Alexander Rihi, Minggu (25/9/2026) saat dikonfirmasi RakyatNTT.com.
Lebih lanjut dikatakan Doris, kericuhan supporter ini akan menjadi pembelajaran. Dengan demikian ke depan bisa diantisipasi dan tidak terjadi lagi. Di samping itu, Doris mengajak semua pihak pada umumnya, dan masyarakat Flores Timur pada khususnya, untuk selalu menjunjung tinggi sportifitas dan menciptakan rasa persaudaraan antar sesama.
“Sekaligus saya mengajak setiap kita untuk selalu menjunjung tinggi sportifitas dalam setiap event olahraga. Perlu ciptakan rasa persaudaraan di antara kita,” katanya.
Ia mengatakan, siapapun tidak menghendaki adanya kericuhan, apalagi dalam turnamen akbar seperti ETMC. “Sekali lagi atas kejadian kemarin yang tentu siapapun tidak menghendakinya, saya minta maaf. Secara khusus juga kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat Lembata, saya juga menyampaikan permohonan maaf. Tuhan memberkati,” imbuhnya. (rnc27)
Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com













