oleh

Solideo Farm Latih Peternak Milenial Ladogahar

 

Maumere, RNC – Sebanyak 16 peternak milenial di Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, mendapatkan pelatihan teknis budidaya ayam kampung unggulan, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) dari Solideo Farm. Pelatihan itu merupakan kerja sama Pemerintah Desa Ladogahar, dengan Solideo Farm, bertempat di Kloangbolat, Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Kamis (9/12/2021).

banner BI FAST

Onwer Solideo Farm, Rofin Muda mengatakan, program beternak ayam kampung merupakan program yang sangat baik untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sehingga, dirinya perlu menyampaikan dan memberikan banyak motivasi bagi pihak yang ingin memulainya.

“Ayam yang saya ternak di sini, adalah ayam kampung unggulan Balitnak (KUB). Ada berbagai macam keunggulannya, seperti produksi telornya lebih tinggi, lebih tahan terhadap penyakit, lebih cepat besar dan berkembang. Karena saya sudah lakukan dan praktek sendiri,” terang Rofin.

Dia menceritakan suka duka menggeluti usaha peternakan ayam kampung selama enam tahun. Namun, ketika banyak orang merasa pesimis dengan apa yang dilakukannya, dia malah membalikan keadaan, dan merasakan hasilnya seperti saat ini.

Rofin menambahkan, yang paling penting untuk dipelajari dalam beternak ayam kampung, yaitu siklus virus. Dikatakannya, jika musim jambu mete atau asam, yang biasanya terjadi di bulan September, maka banyak ayam akan mati. Padahal menurut Rofin, itu cuma mitos.

“Ayam itu sakitnya hanya tiga bulan saja, mengikuti siklus pancaroba. Kita hitung tiga bulan ke belakang, di situ ayam mulai sakit. Jika tidak diobati, maka ketika bertepatan dengan musim jambu mete ataupun asam, ayam akan mati karena sudah bagian dari siklusnya. Jadi, yang bisa kita lakukan adalah siapkan ternak untuk hadapi virus. Karena virus itu tidak bisa dielakkan, dia akan datang pada musimnya,” bebernya.

Jika ada kesulitan dalam proses pemeliharaan ayam kampung nantinya, Rofin berjanji akan melakukan komunikasi dengan Kelompok Peternak Milenial Ladogahar, bahkan terjun langsung untuk menangani permasalahannya. “Besar harapan saya untuk teman -teman peternak milenial, jangan pernah ragu untuk beternak, dan harus tetap optimis. Tugas teman – teman hanya beternak saja. Jangan pikir pemasaran, nanti saya yang cover. Saya juga akan cari pemasaran. Tantangan dan rintangan itu banyak, tapi harus kita hadapi,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan pelatihan teknis dan berdialog dengan Rofin Muda, para peternak milenial kemudian menyempatkan diri memasuki kandang ayam, dan melihat langsung kondisi peternakan ayam kampung tersebut. Mulai dari proses mesin pengeraman, mesin tetas, pemeliharaan DOC, anak ayam yang berusia diatas satu minggu, ayam konsumsi hingga ayam kampung yang sedang bertelor untuk mengetahui kapasitas produksi telor setiap harinya.

Sementara itu, Kepala Desa Ladogahar, Arkadius Arias mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari pelatihan pengembangan potensi anak muda di Desa Ladogahar. Sehingga, Kelompok Peternak Milenilal dapat lebih banyak belajar langsung pada lokasi pusat peternakan ayam KUB.

“Rangkaian kegiatan pelatihan ini sudah berjalan selama dua hari di Desa Ladogahar, diisi dengan materi dan praktek pembuatan pakan. Hari ini kita sepakati untuk terjun ke basecamp Solideo Farm, agar mereka dapat belajar langsung di lapangan,” katanya.

Setelah pelatihan ini, kata lanjut Arkadius, pihaknya akan membuat Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL), seperti pembuatan kandang ayam, untuk menunggu pendropingan bibit ayam kampung dari Solideo Farm nantinya.

“Kerja sama pendropingan ayam kampung ini, kami alokasikan melalui Dana Desa. Rofin Muda punya usaha khusus untuk budidaya ayam KUB, sehingga kami harus belajar ke sini, dan bekerja sama dengan Solideo Farm untuk memberdayakan ekonomi masyarakat Ladogahar yang sebagian besarnya adalah petani,” tuturnya. (rnc24)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *