oleh

Survei Pilgub DKI: Elektabilitas Risma 37,1 Persen, Anies 32,4 Persen

Iklan Covid Walikota Kupang

Jakarta, RNC – Sejumlah nama diunggulkan dalam Pilkada DKI Jakarta, khususnya gubernur petahana Anies Baswedan dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Berbagai gebrakan Risma masuk ke dalam kabinet dinilai sebagai langkah untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Temuan survei yang dilakukan Jakarta Research Center (JRC) menunjukkan elektabilitas Risma unggul terhadap Anies.

Iklan Dimonium Air

“Risma diprediksi memenangkan Pilkada DKI Jakarta, mengungguli Anies sebagai cagub petahana,” kata Direktur Komunikasi JRC Alfian P di Jakarta, Jumat (16/4/2021) lalu.

Elektabilitas Risma mencapai 37,1 persen, berjarak sekitar 5 persen terhadap Anies yang sebesar 32,4 persen.

Kinerja Anies sendiri tampak kedodoran setelah menjabat gubernur DKI Jakarta sejak 2017. Tidak ada hasil signifikan yang di-deliver ke publik, jika dibandingkan dengan gubernur-gubernur sebelumnya.

Sementara itu, Risma dengan gaya blusukan yang khas sejak menjabat Wali Kota Surabaya langsung mencuri perhatian. Tipikal Risma sejalan dengan gaya kepemimpinan elite baru yang kerap membuat terobosan di tengah kekakuan birokrasi selama ini.

Nama lain yang cukup diunggulkan adalah ketua umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dengan elektabilitas sebesar 7,8 persen. Menurut Alfian, AHY yang sebelumnya juga bertarung pada Pilkada DKI Jakarta 2017 masih berpeluang untuk kembali maju.

Lalu ada Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, mantan wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies sebelum kemudian maju berpasangan dengan Prabowo dalam Pilpres 2019. Elektabilitas Sandi mencapai 7,8 persen.

Nama-nama lainnya adalah wakil gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (2,8 persen), politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas (2,6 persen), serta bupati Tangerang dan ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar (1,1 persen).

Berikutnya politisi PKS yang diusung sebagai cawagub, Nurmansjah Lubis (0,6 persen), anggota DPR dari Nasdem Ahmad Sahroni (0,4 persen), dan Abraham Lunggana atau Haji Lulung (0,3 persen). “Sisanya elektabilitas sangat kecil, dan tidak tahu/tidak jawab 9,1 persen,” pungkas Alfian.

BACA JUGA: Survei New Indonesia: Ganjar Makin Unggul, Prabowo-RK Mengejar

Survei Jakarta Research Center (JRC) dilakukan pada 1-10 April 2021, secara tatap muka kepada 800 responden mewakili seluruh wilayah di DKI Jakarta. Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error ±3,4 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Median, Anies berpotensi kembali terpilih menjadi pemimpin ibu kota dalam Pilgub DKI.

Direktur Riset Median, Ade Irfan Abdurrahman menyampaikan 48,0 persen dari 400 responden menyatakan sebaiknya Anies kembali mencalonkan diri sebagai gubernur.

“Menurut anda apakah pada Pilkada Gubernur DKI Jakarta mendatang sebaiknya Anies Baswedan maju kembali menjadi atau digantikan oleh tokoh lain saja? Responden menjawab maju kembali menjadi gubernur sebesar 48,0 persen, diganti tokoh lain saja 38,0 persen, dan menjawab tidak tahu 14,0 persen,” ucap Ade, Senin (15/2).

Alasan responden menyarankan Anies kembali maju dalam kontestasi Pilgub DKI karena kinerja Pemprov DKI dinilai baik. Sebanyak 52,5 persen responden menjawab puas dengan kinerja Anies, 32,5 persen tidak puas, 15,0 persen tidak tahu atau tidak jawab, 2,5 persen sangat tidak puas.

Ade mengatakan potensi Anies kembali terpilih juga tercermin dari elektabilitas berdasarkan hasil survei Median. Elektabilitas Anies hadapi Pemilihan Gubernur Jakarta sebesar 42,5 persen.

“Jika pemilihan gubernur dilakukan saat ini siapakah yang akan anda pilih? 42,5 persen responden menjawab Anies Baswedan, 23,5 persen Tri Rismaharini,” ucap Ade.

Selain Anies dan Risma, kepada responden, Median juga menyodorkan 14 nama tokoh lainnya yaitu sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama, Abraham lunggana, Triwisaksana, Ady Wijaya, Prasetyo Edi Marsudi, Baim Wong, Rahmat Effendi, Mohammad Taufik, Khoirudin, Eko Patrio, Ahmad Riza Patria.

Median kemudian mengerucutkan 4 nama tokoh dengan elektabilitas tertinggi yaitu Anies Baswedan 42,5 persen, Tri Rismaharini 23,5 persen, Sandiaga Uno 5,5 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono 3,5 persen.

Ade menuturkan, elektabilitas Risma naik cukup tajam jika dibandingkan dengan hasil survei Median pada Juli 2020 sebesar 4,2 persen. Dan Februari 2021 sebesar 23,5 persen.

Berdasarkan jawaban responden, elektabilitas Anies ditopang dari kinerja bagus sebesar 18,6 persen, religius/pro islam 11,9 persen, membawa perubahan 5,2 persen. Variabel lainnya adalah melanjutkan program, peduli dan dermawan, cerdas, ramah, banjir berkurang, bantuan merata, berpengalaman, programnya bagus, tata kota menarik, mampu memimpin, banyak penghargaan, visi dan misi bagus, adil dan disiplin, membangun infrastruktur, pekerja keras.

Lebih lanjut Ade mengatakan, elektabilitas Anies hanya selisih 9 persen dari Risma, yang mendapat persentase 36,0 persen.

Metodolodi survei dilakukan sejak 31 Januari – 3 Februari, dengan populasi survei warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih. Target sampel 400 responden dengan margin of error +/- 4,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed