WALHI: Soal Sampah, Pemkab Flotim Harus Tegas

Flores Timurdibaca 287 kali

Larantuka, RNC - Persoalan sampah yang tidak tertangani secara baik di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), memantik tanggapan dari Deputi WALHI NTT, Yuvensius Stefanus Nonga. Kepada RakyatNTT.com, baru - baru ini, Yuven menegaskan, persoalan sampah tersebut merupakan bukti kegagalan pemerintah dalam sistem pengelolaan sampah. Bukan cuma Flotim kata Yuven, kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTT, bahkan disinyalir belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Karena itu, dia minta pemerintah bertindak tegas mulai dari hulu hingga hilir.

“Untuk sampah yang berserakan di Kota Larantuka, itu bukti pemerintah gagal dalam pengelolaan sampah. Dan saya yakin, bukan hanya di Larantuka. 22 kabupaten/kota di NTT, saya duga juga pasti belum mempunyai sistem pengelolaan sampah yang bagus,” tandas Yuvensius. Bahkan, dia menduga belum ada satu kebijakan dari pemerintah yang coba mengembalikan sampah, ke pihak produsen.

Untuk konteks Kota Larantuka lanjutnya, apabila Pemkab Flotim tidak tegas terhadap produsen, dan di sisi lain tidak punya sistem pengelolaan sampah yang bagus, maka akan berdampak pada penumpukan sampah di sejumlah titik. “Lalu, upaya mengkambing-hitamkan masyarakat, seolah - olah masyarakat yang menjadi pemilik sampah plastik. Padahal, pemilik sampah plastik itu sebenarnya adalah pihak produsen yang menjajakan produknya melalui kemasan di Kota Larantuka,” sebutnya.

Dikatakan Yuven, dalam Undang - undang tentang Sampah, sudah jelas disebutkan kalau produsen bertanggung jawab terhadap residu yang dihasilkan atas produk - produk jualannya. “Karena itu, Pemkab Flotim sebaiknya mengirimkan surat kepada pihak produsen yang memasukkan produk - produk yang berbahan dasar plastik, agar bertanggung jawab atas residu jualannya. Atau bila perlu dibuatkan Peraturan Daerah (PERDA),” ujarnya.

Pemkab Flotim tambahnya, harus bisa menghentikan sampah - sampah itu. Setidaknya, ada peta siklus peredaran sampah. “Sedangan di tingkat hilir masyarakat dilatih, diedukasi dengan metode 5R yang sering dilakukan dalam kampanye - kampanye anti sampah,” imbuhnya. (rnc27)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *