oleh

Jaksa Tetapkan Eks Wabup Flotim Agus Boli Tersangka Korupsi Sistem Informasi Desa

Larantuka, RNC – Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Flores Timur di Waiwerang, Selasa (7/5/2024) menetapkan mantan Wakil Bupati Flores Timur periode 2017-2022, Agustinus Payong Beda alias Agus Boli dalam perkara tindak pidana korupsi Sistem Informasi Desa (SID) tahun 2018 dan 2019 di Kabupaten Flores Timur.

Sebelum dilakukan penetapan tersangka, tim penyidik melakukan pemanggilan terhadap Agus Boli dengan status sebagai saksi. Namun yang bersangkutan tidak datang. Dia meminta agar pemeriksaan ditunda karena sedang ada kegiatan di luar Kota Larantuka.

Selanjutnya, tim penyidik melakukan ekspose perkara dan menetapkan Agus Boli sebagai tersangka karena telah mempunyai dua alat bukti yang cukup. Sebab berdasarkan laporan hasil audit yang dibuat oleh Tim Audit Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur tanggal 11 Juli 2023 terhadap pekerjaan yang
bersumber dari Dana Desa yang termuat dalam Dokumen APBDes TA 2018 dan 2019, terdapat kerugian keuangan negara/daerah senilai Rp653.679.215,81.

Berdasarkan rilis yang diterima media ini, Kepala Cabang Kejari Flotim di Waiwerang, I Gede Indra Hari Prabowo menjelaskan, kasus ini bermula pada tahun 2018 dan 2019. Pada tahun tersebut terdapat pengadaan Sistem Informasi Desa (SID) pada 44 desa di Kabupaten Flores Timur.

Pengadaan tersebut dilakukan di desa berdasarkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat oleh CV. Rajawali dan CV. Bunda Sakti sejumlah Rp35 juta dan dilaksanakan oleh CV. Rajawali dengan Direktur atas nama Thomas Libu, Kuasa Direktur CV. Rajawali atas nama Yohanes Pehan Gelar alias Yonas dan CV. Bunda Sakti dengan Direktur atas nama Martinus Ike. Tiga orang itu adalah saudara kandung dari Agus Boli.

Kegiatan pada 44 desa tersebut dilaksanakan oleh Yuvinianus Gelang Makin alias Yuven dan Darius No Boli dengan anggaran di tiap desa senilai Rp35 juta.

Sebelumnya jaksa telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus yang sama, yakni Yohanes Pehan Gelar dan Yuvinianus Gelang Makin. Keduanya yang telah didakwa dalam perkara ini dan dijatuhi putusan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang tanggal 12 Februari 2024 lalu.

Putusan tersebut kemudian dikuatkan dengan Putusan Pengadilan Tinggi Kupang tanggal 2 April 2024. atas nama Yuvinianus Gelang Makin. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *