Atambua, RNC - GYL (35), warga Kabupaten Belu, NTT, tewas karena ditembak oknum anggota Polres Belu, Selasa (27/9/2026).
Korban yang juga warga Dusun Lalosuk, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu ini diduga ditembak di Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu saat polisi hendak menangkapnya.
Melansir digtara.com, korban penembakan GYL sebelumnya diduga terlibat pengeroyokan dan penganiayaan sopir tangki air di Lalosuk, Desa Manleten, Kabupaten Belu, NTT pada 6 September 2026 lalu.
Pasca kejadian ini, GYL menjadi buron dan dicari anggota Polres Belu guna diperiksa dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sementara korban penganiayaan sudah membuat laporan polisi di polres Belu. Polisi sudah memeriksa saksi dan mencari GYL selama hampir tiga pekan.
Jenazah korban GYL dibawa ke ruang jenazah di RSUD Atambua, Kabupaten Belu. Kapolres Belu AKBP Yoseph Krisbiyanto, SIK dan beberapa perwira Polres Belu juga mendatangi ruang jenazah dan melihat langsung jenazah korban GYL di ruang jenazah RSUD Atambua.
Kapolres Belu AKBP Yoseph Kribiyanto yang dikonfirmasi melalui whatsapp belum merespon terkait dugaan penembakan oleh anggota Polres Belu yang menyebabkan GYL tewas.
Sementara itu, Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Setyo Budiyanto, SH MH yang dikonfirmasi Selasa (27/9/2026) siang mengakui peristiwa tersebut. Kapolda menyebutkan kalau warga yang tertembak merupakan DPO kasus pengeroyokan.
Korban tertembak saat akan dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian. “Sesuai laporan singkat dari Kapolres, warga yang tertembak itu DPO perkara pengeroyokan dan tertembak saat akan dilakukan penangkapan,” ujar jenderal polisi bintang dua ini.
Polisi masih mendalami informasi lengkapnya dan kronologi kasus ini. “Informasi lengkap sedang didalami,” tambah Kapolda NTT.
Sementara itu, viral di media sosial, warga menggotong jenazah korban menuju Polres Belu dan gedung DPRD Kabupaten Belu. Warga yang juga keluarga korban melayangkan protes terhadap kepolisian karena penembakan tersebut.
(*/dig/rnc)
Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com












Mestinya dilumpuhkan pak, kl tidak bisa nembak lumpuhkan ya jgn nembak supaya jangan fatal seperti begini… Terkecuali ada perlawanan dengan menggunakan senjata api… Kl cuman lawan pakai sajam ya kan anggota punya ilmu beladiri…tinggal lawan dengan cara lumpuhkan. Oknum anggotanya di pecat saja pak…