oleh

WHO Buka Lagi Teori Virus Corona Bocor dari Lab Wuhan

Iklan Covid Walikota Kupang

Jakarta, RNC – WHO pernah mengatakan virus Corona tidak berasal dari laboratorium di Wuhan, China. Namun kini mereka meralat ucapannya.

Tidak tanggung-tanggung, hal ini diucapkan langsung Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan di Jenewa, Swiss. Dilansir dari detikcom, Tedros mengatakan pernyataan bahwa COVID-19 tidak bocor dari lab adalah prematur, demikian diberitakan News.com Australia, Jumat (16/7/2021).

Iklan Dimonium Air

“(Kesimpulan virus tidak bocor dari lab) Itu sifatnya prematur. Kecelakaan lab bisa terjadi dan umum. Saya pernah melihat hal semacam itu dan memeriksa apa yang terjadi di laboratorium adalah penting,” kata Tedros.

Tedros mengatakan WHO akan maju dengan penyelidikan baru mengenai asal-usul COVID-19. WHO memang mendapatkan desakan banyak pihak terkait investigasi dari mana COVID-19 berasal.

“Kami berharap ada kerja sama lebih baik untuk mendapatkan inti dari apa yang terjadi,” kata Tedros.

WHO sudah mengirim tim independen dan pakar internasional ke Wuhan pada Januari 2021. Tim ini untuk membantu China mencari asal muasal pandemi. Namun Tedros mengatakan tim tersebut tidak bisa mendapatkan data mentah dari pihak China.

“Data mentah tidak dibagi dan sekarang kita merancang fase dua untuk kajian ini dan kita minta China untuk transparan, terbuka dan bekerja sama khususnya untuk data mentah yang kita minta di hari-hari awal pandemi,” kata dia.

Laporan dari tim WHO pada Maret tidak mendapatkan jawaban tegas soal asal pandemi. Tapi, ada beberapa hipotesis virus melompat dari kelelawar ke manusia lewat hewan perantara. Namun teori virus Corona bocor dari laboratorium dikesampingkan.

Laporan WHO tersebut mendapat kritik dari berbagai pihak karena tidak mendalami dugaan kebocoran dari laboratorium Wuhan.

“Kita butuh informasi, informasi langsung tentang situasi laboratorium ini sebelumnya, di awal pandemi,” pungkas Tedros.

Baca Juga:  Data 54.000 Kasus Corona RI 16 Juli: NTT Sumbang 547 Kasus

(*/dtc/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed