Oelamasi, RNC - Sebanyak 113 Kepala Keluarga (KK) penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang menerima penyaluran BLT DD triwulan I, bulan Januari, Februari dan Maret tahun ini sebesar Rp 900 ribu.
Penyaluran BLT DD Manusak ini ikut disaksikan Kapolsek Kupang Timur, Camat, Tim dari Puskesmas serta Badan Pemusywaratan Desa (BPD) setempat. Hal ini diungkapkan Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, Selasa (12/4).
Menurut dia, jumah penerima manfaat Desa Manusak menurun. Sesuai data tahun lalu KPM berjumlah 129, namun tahun ini tersisa 113 KK saja. Hal ini dikarenakan sejumlah alasan, di antaranya, karena beberapa di antara penerima manfaat sudah punya kehidupan yang lebih baik secara ekonomi. Ada juga yang pindah pekerjaan, dan beberapa nama terkena evaluasi dan nama mereka dicoret sebagai penerima manfaat karena tidak membelanjakan uang mereka sesuai peruntukannya.
“Kita sudah salurkan hari ini, kepada 113 Kepala Keluarga (KK) sebagai Kelompok Penerima Manfaat (KPM) masing-masing per bulan Rp300.000 dikalikan 3 bulan, maka yang harus diterima sebesar Rp900.000 untuk triwulan pertama tahun 2022 ini,” ungkapnya.
Selanjutnya, ungkap Ximenes, setelah penyaluran BLT DD ini pihaknya akan segera membuat laporan untuk kemudian mengikuti proses realisasi tahap berikutnya. “Pemerintah Desa dan BPD sangat berharap kepada masyarakat sesuai apa yang sudah ditegaskan oleh Camat dan Kapolsek Kupang Timur, maka membelanjakan uang BLT DD tersebut untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah-tengah masa pandemi apalagi ini tahun 2022 ini ada dua hari raya besar yakni Paskah dan Idul Fitri maka harapan kami mereka membelanjakan uang BLT DD ini untuk kepentingan ekonomi masyarakat atau keluarga sebaliknya tidak boleh dipergunakan untuk membelanjakan uang tersebut di luar peruntukannya,” jelas dia.
Hal senada diungkapkan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Manusak, Apolinario Fereira. Menurut dia, salah satu peran BPD yakni mengawasi kinerja pemerintah desa. Ia juga sudah melakukan koordinasi hal-hal terkait pembangunan, pemberdayaan dan pembinaan di desa, termasuk di antaranya mengawasi penyaluran BLT DD tersebut.
Menurut dia, BPD juga tidak menyarankan BLT DD ini digunakan untuk keperluan yang tidak perlu misalnya beli pulsa atau HP, tetapi harus digunakan untuk bisa memperbaiki ekonomi rumah tangga itu sendiri. (rnc08)










