oleh

50 Pasutri di Kota Kupang Ikut Nikah Massal, Ini Harapan Pemkot

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mengadakan nikah massal untuk tahun 2019 yang digelar di GMIT Bait El Nunhila, Rabu (9/10). Kegiatan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan derajat sosial masyarakat Kota Kupang secara khusus bagi pasangan suami-istri yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah.

Sebanyak 50 pasang mempelai yang terdaftar dari Klasis Kota Kupang ikut serta dalam kegiatan rutin yang digelar oleh Pemkot Kupang ini. Acara dihadiri oleh Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang Drs. Agus Ririmase, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang Drs. Matheus Eustakhius, Camat Alak, Ridhon Alexander Bire, S.IP serta para keluarga dari para mempelai.

Iklan Dimonium Air

Dalam sambutan Walikota Kupang yang dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Dra. Thruice Balina Oey, M.Si menyampaikan bahwa dengan adanya nikah massal ini dapat menciptakan masyarakat/keluarga baru yang memiliki moral dan akhlak yang baik, serta hidup rukun dan saling menghargai di tengah-tengah masyarakat serta mampu mendukung program dan kebijakan pemerintah yang berbasis pada keluarga.

“Pemerintah Kota Kupang mengharapkan agar pasangan mempelai dapat membina dan mewujudkan bahtera rumah tangga baru yang sederhana, bahagia dan sejahtera yang selalu memelihara keharmonisan, saling menghargai dan menghormati dimulai dari dalam keluarga, lingkungan dan gereja serta menjaga dan memegang teguh ikrar dan janji yang telah diucapkan di hadapan Tuhan,” kata Balina.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Drs. Matheus Eustakhius selaku ketua Panitia dalam laporannya mengatakan dengan digelarnya nikah massal ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang sudah hidup bersama sebagai suami istri namun belum menikah secara sah menurut hukum masing-masing agama dan negara oleh sebab berbagai alasan salah satunya karena tidak mampu secara ekonomi untuk mendapat pengakuan secara agama dan pemerintah sebagai pasangan suami istri yang sah. (*/rnc)

Baca Juga:  Data Lakalantas Kota Kupang: Ada 200 Kasus, 29 Tewas, 303 Luka Berat dan Ringan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed