oleh

Ahmad Atang: Bupati dan Wabup Jangan “Cerai” karena Kepentingan

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang berharap Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik tidak pecah kongsi alias “cerai politik” dalam masa kepemimpinan.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, menurutnya, telah terjadi di beberapa kabupaten/kota. Hal ini disampaikan Ahmad Atang, Jumat (26/2/2021) di Kupang. Menurutnya, pecah kongsi tentu berdampak pada komitmen mereka dalam mewujudkan visi misi membangun daerah.

Iklan Dimonium Air

Apalagi, lanjut dia, pemimpin politik yang ideal adalah mampu membangun kepercayaan publik berdasarkan apa yang dijanjikan. “Karena itu mereka harus memiliki visi yang sama, termasuk pembagian tugas agar mereka tidak merasa kurang ataupun lebih. Hal ini yang akan menjadi titik persoalan.” ujar dia.

Sementara itu, kelima pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik merupakan “orang baru” dengan latar belakang berbeda, politisi dan birokrat sehingga perlu adanya komunikasi intens.

Untuk itu, Ahmad Atang memberikan 3 poin penting agar Bupati dan Wakil Bupati bisa sukses menjalankan roda pemerintahan. Pada unsur birokrasi pemerintah daerah, Bupati dan Wabup harus menyamakan persepsi dengan para birokrat agar mekanisme birokrasi yang dibangun sesuai ritme kerja Bupati dan Wabup.

Selanjutnya pada ranah politik, Bupati dan Wabup perlu melakukan komunikasi politik dengan lembaga legislatif sebagai mitra utama pembangunan di daerah. Hal ini agar legislatif memahami program pembangunan Bupati dan Wabup sehingga proses politik eksekutif dan legislatif berjalan lancar.

BACA JUGA: Anggota DPRD NTT Ini Minta Bupati Baru Jangan Kecewakan Rakyat

Di tengah masyarakat, Bupati dan Wabup harus melakukan rekonsiliasi agar perbedaan pilihan politik bisa membaur menjadi satu kembali dan masyarakat tidak terkotak-kotak.

“Akibat proses politik mengakibatkan polarisasi di tingkat masyarakat semacam rivalitas lokal yang dibangun karena pilihan politik berbeda, maka tugas yang mesti dilakukan Bupati dan wabup membangun rekonsiliasi supaya perbedaan yang terjadi di Pilkada kemarin bisa dihilangkan,” beber dia.

Untuk diketahui Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melantik kelima pasangan Bupati dan Wakil Bupati di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (26/2/2021) dengan menerapkan prokes secara ketat.

Lima pasangan bupati terpilih yang baru saja dilantik Gubernur NTT yakni Djuandi David-Eusabius Binsasi (TTU), Andreas Paru-Raymundus Bena (Ngada), Herybertus Nabit-Heribertus Ngabut (Manggarai), Edistasius Endi–Yulianus Weng (Manggarai Barat) dan Kristofel Praing-David Melo Wadu (Sumba Timur). (rnc18)

  • 291
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed