Jakarta, RNC - Ahli hukum tata negara Refly Harun ikut mengomentari beredarnya informasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima rumah mewah sebagai gratifikasi.

Refly Harun mengatakan, terpaan isu tersebut muncul karena Anies Baswedan menjadi salah satu kandidat terkuat dalam kontestasi politik 2026.

Pernyataan itu disampaikan Refly Harun dalam video berjudul “Heboh Rumah Mewah Anies!!” yang tayang melalui kanal YouTube miliknya, Selasa (24/5/2026).

Refly Harun mengawali pemaparan dengan menuturkan bahwa gratifikasi itu sebenarnya mudah untuk ditelusuri untuk membuktikan apakah memang benar-benar terjadi.

“Soal seperti ini mudah dibuktikan, tinggal ditelusuri karena pemberian berupa barang. Yang susah kalau pemberian tak terlihat,” kata Refly Harun seperti dikutip Suara.com.

Dari aspek politik, Refly Harun menyebut Anies Baswedan merupakan sosok yang diincar karena menjadi calon kuat maju Pemilihan Presiden 2026.

“Saya ingin mengatakan, Anies Baswedan pasti sosok yang diincar. Karena kaitkan dengan perhelatan 2026, Anies Baswedan salah seorang kandidat yang kuat,” tegasnya.

Refly Harun kemudian membandingkan Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang belakangan menjadi perbincangan dalam dua kasus berbeda. Dia menyebut keduanya sama-sama digoyah isu.

“Sayangnya, 2 kandidat kuat digoyah, satu Ganjar Pranowo digoyah kalangan internal PDIP oleh Puan Maharani. Rupaya hal yang sama juga terjadi pada Anies Baswedan yang digoyah isu rumah mewah yang konon diberikan sebagai gratifikasi,” terangnya.

Refly Harun menuturkan, Anies Baswedan ke depan harus berhati-hati pada isu kriminalisasi yang bisa jadi akan menjegalnya. (*/src/rnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *