oleh

Ansy Lema: Kelompok Tani Hutan TTU Terima Rp 150 Juta

Kefamenanu, RNC – Kelompok Tani Hutan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang telah menyelesaikan berbagai tahapan dari program bantuan Pengembangan Perhutanan Sosial Nusantara (Bang Pesona), Jumat (25/2/2022). Ketiga Kelompok Tani Hutan tersebut yakni, Kelompok Tani Hutan “Cahaya Baru”, Desa Oerinbesi, Kecamatan Biboki Tengah, Kelompok Tani Hutan “Mutis Cemerlang”, Desa Noepesu, Kecamatan Miomaffo Barat, dan Kelompok Tani Hutan “Nekaf Mese”, Desa Fatoin, Kecamatan Insana.

Demikian rilis Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, MSi, anggota DPR RI Fraksi PDIP, Dapil NTT II, yang diterima RakyatNTT.com, Sabtu (26/2/2022). “Program Bang Pesona merupakan hasil kerja sama saya dengan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” sebut Ansy Lema, sapaan akrabnya.

Dijelaskannya, setiap Kelompok Tani Hutan mendapatkan bantuan dana Rp 50 juta. Jadi, total bantuan dana untuk tiga Kelompok Tani Hutan di TTU tahun 2021, sebesar Rp 150 juta. Ketiga kelompok tersebut saat ini telah menyelesaikan berbagai tahapan. Mulai dari pengadaan ternak sapi, babi, dan melakukan pembibitan tanaman produktif.

Ansy Lema mengatakan, dirinya sangat senang masyarakat TTU mendapatkan bantuan tersebut. “Saya berharap mereka memanfaatkan dana untuk pengadaan dan mengembangkan berbagai jenis tanaman perkebunan, seperti Kopi Eban, jeruk, dan lamtoro,” ungkapnya.

Ansy Lema mengharapkan, kesuksesan menyelesaikan tahapan “Bang Pesona”, karena hasil pendampingan kerja sama dia dengan para dosen Fakultas Pertanian Universitas Timor (Unimor). Bahkan, Unimor memberikan pelatihan pembuatan pakan dan pembuatan irigasi tetes (drip irigation) secara gratis, kepada kelompok penerima “Bang Pesona”.

Dia menambahkan, program itu tidak hanya bermanfaat bagi kelompok, tapi bibit produktif tersebut dibagikan kepada masyarakat desa yang sangat membutuhkan. Misalnya, kelompok “Mutis Cemerlang” membagikan jeruk kepada masyarakat sekitar kawasan penyangga Cagar Alam Mutis.

“Saya mengapresiasi kerja sinergi, inisiatif, inovatif dan semangat gotong royong ketiga kelompok tersebut. Harapan saya, ketiga kelompok terus menjaga dan merawat tanaman serta ternak yang sudah diadakan, sehingga memberikan nilai tambah untuk meningkatkan pendapatan anggota kelompok,” pungkas Ansy Lema. (*/rnc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *