Kupang, RNC - Pemerintah Kota Kupang meluncurkan dua aplikasi untuk menunjang pelayanan publik, yakni Sipejuang dan Sodamolek. Aplikasi ini bertujuan mewujudkan terciptanya perubahan pelayanan publik yang terpadu serta birokrasi yang kredibel dan transparan.
“Dalam proyek perubahan yang kami ambil adalah sebuah aplikasi yakni Sipejuang dan Sodamolek merupakan bagian dari perubahan pelayanan publik Pemerintah Kota Kupang,” kata Asisten II, Ignasius R. Lega dalam acara launching aplikasi Sodamolek yang terintegrasi dengan aplikasi Simpus (Sistem Monitoring Puskesmas), aplikasi Monitoring Inflasi Harga Pasar dan aplikasi Si Pejuang (Sistem Informasi Persetujuan Ruang) yang berlangsung di Ruang Garuda, Balai Kota, Selasa (6/12/2026).
Hadir dalam acara ini, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, Sekda Kota Kupang, Fharensy P. Funay, Kadis Kominfo Provinsi NTT, Abraham Maulaka, Kadis Kominfo Kota Kupang, Poppy Baun berserta para kepada OPD, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang, para camat dan awak media.
Asisten II, Ignasius R. Lega mengatakan proyek perubahan yang diambil yakni aplikasi yang berkaitan dengan perizinan di Kota Kupang. Aplikasi ini adalah bagian dari teknologi informasi dan organisasi pembelajaran dan pelayanan publik. Proyek ini merupakan bagian akhir dari pembalajaran PIM II selama 4 bulan. Peserta PIM dituntut melaksanakan tugas dari proyek perubahan sesuai Perpres dan sudah diturunkan melalui Perwali yang rohnya ada pada integrasi tersistem dan kerja kolaborasi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta pada kesempatan itu, mengatakan aplikasi Si Pejuang merupakan aplikasi pengisian data dan verifikasi data dalam sebuah proses. Ini merujuk pada perkembangan Kota Kupang yang memiliki kawasan industri yang semakin hari semakin maju, sehingga pembangunan harus sesuai peruntukkannya.
Sedangkan aplikasi Sodamolek merupakan aplikasi pelayanan publik yang berkaitan dengan sistem pelayanan publik, seperti di bidang kesehatan, di antaranya sistem untuk monitoring jumlah stunting dan juga monitoring fluktuasi harga pasar.
Selain itu, aplikasi ini juga dipakai dalam memonitor masalah kebersihan. “Untuk kebersihan yang menjadi komitmen Pak Penjabat menjadikan Kota Kupang bersih, bebas dari sampah, dapat juga diketahui secara digital nantinya,” tutupnya. (rnc)
Dapatkan update informasi setiap hari dari RakyatNTT.com dengan mendownload Apps https://rakyatntt.com










