oleh

Bantah Aniaya Lurah, Siqvrid Basoeki akan Melapor ke Mapolda NTT

Iklan Demokrat

Kupang, RNC – Sekretaris Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Kupang, Siqvrid Basoeki angkat bicara soal laporan Lurah Naikoten I, Budi Imanuel Isaac ke Polsek Oebobo, Minggu (25/4/2021). Siqvrid mengatakan dirinya sama sekali tidak pernah memukul Lurah Naikoten I.

Kepada RakyatNTT.com di Kantor Advokat Bersama Peradi Kupang, Senin (26/4/2021), Siqvrid menjelaskan tak ada pemukulan atau penganiayaan yang dilakukannya kepada Lurah Budi Imanuel Isaac. Ia mengatakan sesuai kronologi, bahwa pada Senin (5/4/2021) lalu, pasca bencana angin kencang dan banjir, ia menelepon Lurah Naikoten I, Budi Izaac dan menanyakan apakah benar ada imbauan lurah yang menyuruh warga untuk membakar tumpukan sampah dan ranting pohon.

Iklan Dimonium Air

Terkait hal itu, Siqvrid mengatakan lurah menjawab tidak ada imbauan tersebut. Bahkan lurahlah yang memberikan tawaran duel kepada siapa saja yang mengatakan bahwa lurah mengimbau untuk membakar tumpukan sampah.

“Jadi dia (Budi) langsung bilang ke saya, sapa tu yang bilang saya (Budi) yang suruh, kastau saja dan duel saja dengan saya, (Budi) langsung lurah juga matikan telepon,” ungkap Siqvrid menirukan percakapan lurah Budi Izaac 5 April lalu.

Selanjutnya, selang waktu berlalu, banyak keluhan warga Naikoten I terkait hal yang sama. Oleh karena itu, pada Minggu (25/4/2021) kemarin, keduanya bertemu mereka di RT 05 saat Lurah Budi Izaac mendampingi tim BPBD Kota Kupang melakukan survei rumah warga yang terdampak bencana. Pada pertemuan itu, Siqvrid kembali mempertanyakan hal yang sama soal ungkapannya terkait kata “duel”. Kata-kata itu merupakan ucapan Lurah Budi Izaac beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Aniaya Lurah Naikoten I, Anggota DPRD Kota Kupang Siqvrid Basoeki Dipolisikan

Siqvrid mengatakan dalam pertemuan dengan lurah tak ada penganiayaan atau mencekik seperti yang diberitakan. . Hanya ada adu argumen. Warga setempat juga melerai mereka berdua.
“Tidak ada pemukulan, dan di sini kenapa saya dilapor ke Polsek lagi bahwa ada pemukulan kepada Lurah Naikoten I. Itu yang saya tidak terima,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pasien RSJ Naimata Kabur, Ditemukan Tewas Gantung Diri di Liliba

Dirinya juga tidak menerima adanya postingan laporan polisi di media sosial yang menyatakan seolah-olah dirinya sudah bersalah dan ditetapkan sebagai tersangka. Sementara surat panggilan terkait dengan laporan itu belum diterimanya.

“Loh saya juga heran, surat yang begitu privat kok bisa keluar. Saya sebagai seorang wakil rakyat merasa terganggu sekali,” katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan hari ini dirinya akan membuat laporan balik atas berbagai postingan yang merugikan dirinya. Menurutnya laporan akan dilayangkan ke Mapolda NTT dan Polres Kupang Kota, terkait dengan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-undang ITE.

“Jadi saya akan menindaklanjutinya dengan tindakan hukum mengenai pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang ITE. Polisi belum menetapkan tersangka kok sudah ada postingan seperti begitu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Siqvrid Basoeki Reno Junaedy menyampaikan bahwa laporan balik akan dilayangkan terkait dengan pencemaran nama baik dan adanya informasi tidak benar yang memuat nama kliennya.

“Beliau ini kan tidak melakukan pemukulan tetapi di media sudah tersebar bahwa beliau melakukan pemukulan,” kata Reno.

Menurut pengacara muda ini, seharusnya laporan polisi tak perlu untuk diunggah di media sosial. Hal tersebut hanya merugikan kliennya. (rnc04)

  • 160
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed