oleh

Baru 21 Hari Dipimpin Robert Lambila, Kejari TTU Tahan 3 Tersangka Korupsi

Iklan Covid Walikota Kupang

Kupang, RNC – Robert Jimmy Lambila belum sebulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timor Tengah Utara (TTU). Pria yang pernah dinobatkan oleh Jaksa Agung sebagai Jaksa Terbaik se-Indonesia pada 2015 itu dilantik menjadi Kajari TTU, Selasa (23/02/2021) lalu.

Pasca dilantik, Jimmy bersama timnya langsung melidik dua proyek yang diduga kuat merugikan keuangan negara. Antara lain, proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Kefamenanu tahun anggaran 2015 serta proyek bedah rumah tidak layak huni (Berarti) tahun anggaran 2019 dan 2020. Selain Robert, daya gedor korps Adhyaksa dalam membongkar kasus-kasus korupsi di TTU semakin berenergi seiring dengan masuknya Benfrid Foeh sebagai Kasi Intel.

Iklan Dimonium Air

BACA JUGA: Bakti TNI untuk Bangun Generasi Bangsa di Garis Batas RI-RDTL

Untuk proyek pengadaan alkes yang diduga merugikan keuangan, penyidik Kejari TTU baru saja menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Yakni Yoksan Bureni selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Miguel Selan selaku Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), dan Direktur CV. Berkat Mandiri, Jongky J. Manafe.

Kajari Kefamenanu, Robert Lambila kepada wartawan menjelaskan, dari 7 paket pekerjaan yang dilelangkan pada tahun 2015, 3 diantaranya dimenangkan oleh CV. Berkat Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp. 1.462.000.000. Dalam pelaksanaannya, ada item kegiatan yang direalisasikan yakni pengadaan Blood Bank (Bank Darah) sebanyak dua unit, dengan nilai kontrak dua item tersebut sebesar Rp 425 juta.

“Penyidik berkesimpulan bahwa tiga orang ini patut dimintai pertanggungjawaban,” sebut Robert yang baru 21 hari menjabat sebagai Kajari TTU. (rnc09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed