oleh

Demokrat dan PDIP jadi Penentu Nasib Dua Paket di Ngada

Kupang, RNC – Dinamika politik di Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyongsong pelaksanaan Pilkada serentak 2020 menarik untuk disimak. Meski tahapan pendaftaran calon belum dibuka oleh KPU, namun sejauh ini ada tiga paket yang sudah ada kepastian menjadi kontestan di Pilkada Ngada. Tiga paket tersebut yakni FIRMAN (Wilfridus Muga – Herman Say), AP-RB (Andreas Paru – Raymundus Bena) dan CREDO (Kristo Loko – Emanuel Dopo).

FIRMAN merupakan bakal calon (balon) perseorangan yang telah memenuhi syarat minimal dukungan sebagaimana diputuskan KPU Ngada pada pleno terbuka hasil verifikasi faktual dukungan balon perseorangan, Selasa (21/7/2020).

Sehari setelah FIRMAN diputuskan memenuhi syarat minimal dukungan, Rabu (22/7/2020), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyerahkan SK untuk Paket AP-RB. Partai besutan Muhaimin Iskandar ini mantap berkoalisi dengan Golkar, yang lebih dahulu memberikan SK kepada AP-RB. Dengan 7 kursi di DPRD Ngada (PKB 4 kursi Golkar 3 kursi), koalisi dua parpol ini sudah cukup mengantarkan AP-RB mendapat satu tiket untuk menjadi kontestan di Pilkada Ngada. Sebab syarat pencalonan kepala daerah di Kabupaten Ngada melalui jalur parpol harus mengantongi 5 kursi di DPRD.

Yang menarik, dua parpol ini sama-sama menjagokan kadernya sendiri untuk maju Pilkada Ngada. AP adalah Ketua DPD II Golkar Ngada, sedangkan RB adalah politisi PKB yang juga anggota DPRD Ngada tiga periode.

Jauh sebelum AP-RB mendapat kepastian dari partai koalisi, Paket CREDO sudah lebih dahulu mendapatkan mendapatkan tiket untuk maju lewat jalur parpol. Berbekal 1 kursi di DPRD Ngada, Hanura lewat SK yang diserahkan kepada CREDO beberapa bulan lalu, resmi berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang punya 4 kursi.

Selain AP-RB dan CREDO, masih ada dua paket yang berpeluang maju Pilkada Ngada lewat jalur partai. Dua paket tersebut yakni PS-GUD (Paulus Soliwoa – Gregorius Upi Dheo) dan HEBAT (Helmut Waso – Anis Tai Ruba). Sejauh ini PS-GUD sudah mendapat dukungan dari Partai Nasdem. Hanya saja, Nasdem harus berkoalisi dengan partai lain karena hanya punya 3 kursi di DPRD Ngada. Sama halnya dengan PS-GUD, Paket HEBAT juga baru punya satu partai pengusung yakni Perindo dengan 4 kursi di DPRD.

Hingga kini, dari delapan partai yang mendapat kursi di DPRD Ngada, ada dua parpol yang belum menentukan arah dukungan yakni Demokrat dan PDI Perjuangan. Demokrat punya 2 kursi di DPRD Ngada, sedangkan PDIP punya 4 kursi. Dengan demikian, nasib Paket PS-GUD dan HEBAT sangat tergantung dari keputusan dua partai ini. Jika gagal mendapat dukungan dari salah satu parpol, otomatis langkah mereka akan terhenti.

Khusus untuk Demokrat, struktur partai di tingkat bawah (DPC Demokrat Ngada) sebelumnya sudah merekomendasikan Paket GUD-ATR (Gregorius Upi Dheo – Anis Tai Ruba) kepada struktur partai yang di atas. Namun, paket ini bubar di tengah jalan. Begitu juga dengan PDIP. DPC PDIP Kabupaten Ngada sebelumnya sudah meneruskan dua paket yang mendaftar, yakni GUD-ATR dan HOKI (Helmut Waso – Kornelis Soi) untuk diproses lebih lanjut oleh DPD dan DPP. Dalam perjalanan, selain GUD-ATR bubar, HOKI juga dikabarkan bubar.

Lantas ke mana arah dukungan Demokrat dan PDIP? Yang pasti, PS-GUD dan HEBAT tengah berjuang untuk mendapatkan SK dua partai tersebut. Sebagai kader PDIP, peluang Kornelis Soi juga belum tertutup.

Sama halnya dengan PS-GUD dan HEBAT yang tengah berjuang mendapatkan restu dari Demokrat dan PDIP, Paket DOA (Dorothea Dhone – Arnoldus Keli Nani) juga masih berpeluang mendapatkan tiket pencalonan lewat jalur perseorangan. Namun, paket ini masih harus menyerakan dukungan (KTP) pada masa perbaikan minimal sebanyak 8.848 KTP untuk diverifikasi. Pasalnya, saat pleno rekapitulasi dukungan balon perseorangan oleh KPU Ngada, paket ini masih kekurangan 4.424 dukungan. (rnc09)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed