Kupang, RNC - DPRD Kota Kupang menyetujui lanjutan pemasangan saluran pipa tersier dan sekunder bagi SPAM Kali Dendeng tahap I yang telah terbangun saat ini, di masa kepemimpinan Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore (Jeriko). Sekedar tahu, SPAM Kali Dendeng saat ini sudah beroperasi, melayani 1.000 sambungan rumah (SR). Dengan kapasitas 150 liter perdetik, SPAM Kali Dendeng tentu masih memiliki volume air yang besar, dan mampu melayani hingga 12.000 SR.
Namun untuk memenuhi target itu, dibutuhkan dana hingga Rp 46 miliar yang diharapkan bersumber dari APBD Kota Kupang. Terkait hal itu, anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Tellend Mark Daud yang diminta komentarnya, Selasa (26/7/2026) mengatakan, dia mendukung dan siap menyetujui lanjutan dari pembangunan SPAM Kali Dendeng, terkait penyediaan dana untuk melengkapi fasilitas saluran pipa tersier dan sekunder tersebut.
Sedangkan untuk pemasangan Sambungan Rumah (SR), anggota Fraksi Golkar itu menandaskan, hal tersebut menjadi tanggung jawab Perumda Air Minum Kota Kupang, untuk menyiapkan dana dan pelaksanaannya. Sebab, sudah ada perjanjian pemerintah pusat akan menggantikan dana pemasangan itu.
Terkait pemasangan pipa sekunder, Tellend meminta Pemkot Kupang melalui Dinas PUPR bergerak cepat. Sebab, pemerintah pusat sudah membantu tersedianya pengolahan air baku. “Saya tidak mau SPAM Kali Dendeng ini menjadi mubazir,” kata Tellend kepada RakyatNTT.com.
Dia menambahkan, walau dana yang dibutuhkan lebih dari Rp 40 miliar, namun hal tersebut harus diprioritaskan. Dia berharap, anggaran yang diajukan Pemkot Kupang bisa melihat pada keadaan anggaran, serta menyesuaikan kemampuan Perumda Air Minum Kota Kupang dalam melayani sambungan rumah (SR). “Ya.., pasti kita (DPRD) mendukunglah, tidak mungkin tidak,” ungkapnya.
Terpisah, anggota Komisi III lainnya, Dominggus Kale Hia, mengatakkan, dirinya mendukung dan mengapresiasi upaya pemerintah pusat dan Pemkot Kupang yang telah menghadirkan pengolahan air baku bagi warga kota. Menurut Dominggus, kapasitas SPAM Kali Dendeng harus dipastikan airnya secara real dan disesuaikan ketika musim kemarau dan penghujan. “Kalau realnya memang bisa melayani 12.000 sambungan rumah tangga, ya kita dukung dan suport,” tandasnya.
Terkait anggaran yang akan digelontorkan untuk pemasangan saluran tersier dan sekunder, kata dia, harus sesuai porsi anggaran yang ada, atau lebih tepatnya dilakukan penganggaran bertahap. “Karena target jangka panjang dan menengah itu pasti sudah ada, jadi harus disesuaikan,” ujarnya. (rnc04)

















