oleh

Bidik Sultra 01, Dr. Zainal Arifin Terpanggil untuk Melayani

Kupang, RNC – Sejumlah elemen masyarakat di Kota Kendari yang menyatakan ketertarikannya mengusung Dr. Ir. H. Zainal Arifin, MP, untuk maju sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur Sulawesi Tenggara periode 2024 – 2029, bukan tanpa alasan. Di mata para aktivis, pakar di bidang pertanian itu dinilai mumpuni membawa “angin perubahan” bagi kemajuan Sulawesi Tenggara.

“Kami dari aktivis dunia usaha Kota Kendari, mengundang dengan hormat Bapak Dr. Ir. Zainal Arifin, MP, untuk maju calon gubernur, pasca Bapak Ali Mazi, SH. Serius ya? teman2 di group kepingin dengar suara hati dari Om Ipi, bila terpilih jadi Sultra 01 tahun 2024, konsep pembangunan apa yang akan diterapkan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan Sultra dari daerah2 lain di Indonesia?” Demikian bunyi salah satu chatt yang diteruskan Zainal Arifin, ke RakyatNTT.com, Selasa (24/1/2023).

banner BI FAST

Banyaknya bentuk dukungan kepada Zainal Arifin, tak ayal menempatkan nama ketua Kelompok Tani “Kampung Daun” Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang tersebut, sejajar dengan “balon” lainnya di bursa calon gubernur Sulawesi Tenggara. Lantas apa tanggapan dosen Politani Negeri Kupang itu? “Kalau dibilang siap, saya pasti siap. Setidaknya saya terobsesi untuk menjadikan Provinsi NTT atau Sulawesi Tengara, menjadi contoh model, bagaimana membuat kebun tanaman ketahanan pangan yang bisa dipanen setiap hari (sepanjang tahun), termasuk ternak dan perikanan darat/laut, sehingga tercapai ketahanan pangan daerah bahkan negara. Republik ini adalah negara agraris dan maritim, namun sejak merdeka bahkan zaman penjajahan Belanda, banyak petani dan nelayan terbelenggu kerawanan pangan dan terlilit kemiskinan,” ujar Zainal Arifin, saat kongkow – kongkow dengan wartawan media ini, di lahan pertanian miliknya yang tergabung dalam manajemen Kelompok Tani “Kampung Daun”.

Ayah dua anak ini menandaskan, model ketahanan pangan yang akan digagas, merupakan bisnis sosial dan pendidikan, bukan bisnis semata. “Di kampung saya, di Raha, ada kebun mini buah naga di Lohia, dekat Pasar Lohia. Pa Rusman Emba (Bupati Muna), sudah dua kali mengunjungi kebun mini saya guna didiseminasi menjadi contoh model pada petani rawan pangan dan terlilit kemiskinan di Kabupaten Muna khususnya, dan di Sultra pada umumnya,” kata Zainal Arifin.

Lalu, prestasi apa yang bisa dibanggakan Zainal Arifin untuk menyakinkan konstituen dan akar rumput di Sulawesi Tenggara? “Saya sebagai pemerhati wilayah pertanian lahan kering dan perikanan rakyat berprestasi terbaik aplikasi program LSM YAO-Oxfam (Inggris). Saya merupakan konsultan ahli pada Deputi Bidang Moneter dan Ekonomi Wilayah NTT Bank Indonesia. Prestasi terbaik Pengabdian Masyarakat Dikti Depdikbud/Kemendiknas/Kendikti – Ristek oleh seluruh dosen – dosen RI, Reviewer/Pakar di Dikti selama 11 tahun (2011 – 2021), staf ahli/khusus bupati Kupang dalam program pembuatan Kebun Taman Eden, konsusultan ahli PT. Tri/Tinas Harmoni Abadi Makassar, PT. Anugrah Cemerlang Indonesia, Ketua Pelaksana/Konsultan (Kawasan Ekonomi Masyarakat) Pertamina Flip pada 32 lokasi di Indonesia dan Ketua Kelompok Tani “Kampung Daun” Desa Baumata Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. (robert kadang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *