oleh

FKP Undana: Bersihkan Pantai untuk Selamatkan Biota Laut

Kupang, RNC – Tak hanya komunitas peduli lingkungan yang turut ambil bagian dalam aksi World Cleanup Day atau gerakan membersihkan sampah sedunia yang diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Hijau Indonesia (KOPHI) NTT di Pantai Warna dan Ekowisata Mangrove Oesapa, Sabtu (21/9/2019) pagi.

Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Nusa Cendana Kupang pun turun langsung membersihkan sampah di Pantai Warna. Puluhan mahasiwa didampingi dua orang dosen tampak berbaur bersama ribuan warga lainnya ikut memungut sampah di sepanjang pantai. Mereka membawa karung yang disiapkan panitia untuk memungut sampah. Karung tersebut diberi kode sesuai tiga jenis sampah, yakni yakni sampah plastik, nonplastik dan residu.

Kategori sampah plastik yakni botol plastik, kemasan produk dalam bentuk pouch, sachet plastik, tube plastik, kantong plastik, sedotan, tali berbahan plastik, dan mainan berbahan palstik.

Sementara sampah kategori nonplastik adalah kardus/karton, kertas yang masih bersih dan kering, sampah berbahan kaca, logam/kaleng, dan sampah jenis non plastik lainnya yang masih dapat didaur ulang, dan sampah ketegori residu/non-recylables adalah karton/kardus/kertas yang sudah kotor dan basah, kain kotor, tissue, popok, pembalut dan semua yang tidak berbahan plastik. Residu lainnya yang tidak dapat didaur ulang yang tidak berbahan plastik, adalah puntung rokok, styrofoam dan karet.

Salah seorang dosen FKP Undana, Dr. Christian Liufeto kepada RakyatNTT mengatakan FKP Undana sudah berulang kali membersihkan sampah di beberapa pantai di Kota Kupang. Hal ini sebagai bentuk implementasi tri darma perguruan tinggi. Dipandang perlu untuk membersihkan pantai demi menjaga biota laut di NTT. Christian mengatakan sebelum adanya gerakan kebersihan dari pemerintah, sampah di Pantai Warna sangat banyak.

Doktor muda perikanan ini berharap kegiatan rutin seperti ini bisa membangun kesadaran sehingga pantai bisa bersih dan indah. “Masyarakat di sini bisa diajak. Seharusnya masyarakat yang berjualan bisa membantu. Jangan sampai orang dari luar yang datang untuk membersihkan di sini,” ujarnya.

Baca Juga:  Frans Go : Pahami Masalah NTT, Buka Sentra Ekonomi di Daerah

Guna membangun kesadaran, Tian-sapaan karib Christian-berpesan agar pemerintah bisa memberikan instruksi atau imbauan secara intens melalui rumah ibadah, seperti gereja dan masjid. Juga melaui lembaga pendidikan dan pemerintah, yakni sekolah, kampus dan kelurahan. “Lewat lembaga-lemabaga ini berikan ajakan yang bisa menggugah masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, Kepala Dinas LHK Kota Kupang, Yeri Padji Kana, Lurah Oesapa, Kiai Kia, Ketua LPM Kelurahan Oesapa Adi De Haan, dan puluhan komunitas peduli lingkungan. (rnc02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *