oleh

Gawat! RS UMMI Terancam Ditutup Lantaran Tutupi Swab Test Habib Rizieq

Iklan Demokrat

Jakarta, RNC – Polemik antara Satgas COVID-19 Kota Bogor dengan Rumah Sakit UMMI Kota Bogor terus memanas. RS UMMI yang dianggap menutupi hasil tes swab Pemimpin FPI Habib Rizieq Syihab terancam akan ditutup Satgas COVID-19 Kota Bogor.

Habib Rizieq diketahui sudah dirawat di RS UMMI sejak hari Rabu (25/11). Satgas COVID-19 Kota Bogor mengasumsikan Habib Rizieq sebagai orang dalam pemantauan (ODP) Corona, mengingat munculnya klaster Petamburan, sehingga perlu dilakukan swab.

Iklan Dimonium Air

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengatakan RS UMMI Bogor tak kunjung memberikan informasi ataupun klarifikasi mengenai tes swab terhadap Habib Rizieq. Pemkot Bogor menilai RS UMMI tidak terbuka atas kewajiban sebuah rumah sakit melaporkan semua data informasi hasil swab.

“Mereka tidak terbuka padahal kewajiban RS melaporkan semua data informasi hasil swab ke database all record Kemenkes RI,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim kepada detikcom, Sabtu (28/11/2020).

“Justru hal tersebut di atas terkait dengan belum adanya informasi dan klarifikasi pihak rumah sakit (RS) atas keterangan pengambilan spesimen HRS oleh pihak di luar RS dan Dinkes Kota Bogor,” sambung Dedie.

Tertutupnya informasi hasil tes swab Habib Rizieq di RS UMMI membuat Satgas Covid-19 Kota Bogor berang. Ketua Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas COVID-19 Kota Bogor, Agustian Syah, mengancam akan menutup RS UMMI jika tetap bersikukuh menutupi data hasil swab Habib Rizieq.

Agustian mengatakan merujuk pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 107 tentang PSBMK Kota Bogor ada sanksi bagi badan usaha yang kedapatan menghalangi upaya proses penegakan peraturan dalam menangani wabah penyakit menular. Sanksi maksimal bisa berupa penutupan izin usaha.

BACA JUGA: 77 Pengikut Rizieq Shihab Positif COVID-19, Massa FPI Diminta Periksa ke Puskesmas

“Ini dapat dikenakan sanksi sampai maksimalnya penutupan izin usaha. Jadi ada sanksi yang melekat pada nanti Rumah Sakit UMMI apabila tetap bersikukuh tidak mau melaporkan hasil swab dari pasien tersebut kepada Satgas Covid-19 Kota Bogor,” kata Agustian, kepada wartawan di Balai Kota Bogor, Sabtu (28/11/2020).

Agus menegaskan seharusnya pihak RS UMMI memiliki itikad baik untuk bisa bekerja sama dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor agar melaporkan data pasien yang dirawatnya. Sementara, RS UMMI menutupi data hasil swab tes dari Habib Rizieq.

“Tapi berikutnya ada di rumah sakit, sejauh mana rumah sakit punya niat baik bekerja sama, berkoordinasi, bersinergi dengan Satgas Covid Kota Bogor. Karena ada kewajiban rumah sakit untuk melaporkan setiap pasien yang dirawat di rumah sakitnya, terutama yang telah melakukan swab tes,” pungkasnya. (*/dtc/rnc)

  • 210
    Shares

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed